"Kim Ji Young: Born 1982" yang Kontroversial

Novel “Kim Ji Young: Born 1982” adalah novel yang membuat Irene Red Velvet terkena kontroversi saat membacanya. Penggemarnya merusak, bahkan membakar, merchandise Irene sebagai bentuk kekecewaan mereka terhadap idol asuhan SM Entertainment itu.

“Tidakkah dia sadar bahwa penggemarnya rata-rata laki-laki?” Tulis seorang netizen dalam sebuah platform online.

Novel “Kim Ji Young: Born 1982” merupakan karya Cho Nam Ju yang telah terjual lebih dari satu juta kopi dan diterjemahkan ke-16 bahasa termasuk Bahasa Indonesia. Novel tersebut dinobatkan sebagai novel fiksi terlaris sepanjang masa. Selain Irene Red Velvet, artis dan idol yang diketahui juga membaca novel ini adalah Sooyoung SNSD, RM BTS, Seol-hyun AOA, Yuna AOA, RM BTS, Nam Ji-hyun, Jung Ryeo-won, Park Shin Hye hingga komedian Yang Hyun Suk.


Sampul novel Kim Ji Young: Born 1982 terjemahan Bahasa Indonesia (source: Gramedia.com)
.

Di tahun 2019, novel ini diadaptasi menjadi film layar lebar. Jung Yu Mi dan Gong Yoo yang memerankan Ji Young serta suaminya, mendapat perlakuan tak jauh berbeda dengan yang dialami Irene Red Velvet. Meski mendapat kecaman, film Kim Ji Young: Born 1982 mendulang kesuksesan seperti novelnya.

Cerita Kim Ji Young menggambarkan perubahan seorang wanita ketika ia bertransformasi menjadi seorang ibu. Akan ada banyak sekali perubahan dalam hidupnya dan ia menjadi serba salah. Mau wanita tersebut memutuskan untuk menjadi ibu rumah tangga ataupun berkarir, gunjingan selalu menyertainya.

Misalnya saat Ji Young pergi ke taman untuk menikmati secangkir kopi bersama anaknya yang duduk di stroller, orang-orang sekitar berkata,
“Andai aku bisa santai dan minum kopi dari gaji suamiku”.

Atau saat Ji Young pergi ke dokter karena tangannya sakit, dokter bertanya,
“Kenapa bisa terluka jika ada mesin untuk memasak nasi dan mencuci pakaian.”

Ji Young mendapat perlakuan layaknya wanita pada umumnya yang tinggal di negara dimana sistem patriarkinya masih kental. Menantu perempuan yang sibuk sejak pagi ketika berada di rumah mertuanya, orang tua yang lebih bangga dan memperhatikan anak laki-laki mereka, dituntut untuk lebih banyak mengalah kepada suami maupun saudara laki-lakinya, serta kesulitan untuk mendapatkan promosi di tempat kerja.


Ibu-ibu beranggapan lebih baik memiliki banyak anak laki-laki. Karena mereka baru dikatakan berhasil setelah melahirkan anak laki-laki.


Curhatan atasan Ji Young yang merasa menjadi ibu, istri, dan anak yang gagal setelah mengambil keputusan menjadi wanita karir.

Kim Ji Young: Born 1982 juga mengangkat isu pelecehan seksual terhadap wanita. Di dalamnya diceritakan tentang bagaimana seorang wanita justru disalahkan ketika ia menjadi korban pelecehan seksual serta contoh pelecehan seksual yang kerap menghantui wanita dalam kesehariannya.


Seorang petugas keamanan ketahuan memasang kamera tersembunyi di toilet wanita kantor temannya Ji Young.

Selain itu, cerita Ji Young menggambarkan gejolak batin seorang ibu ketika ingin meraih mimpi.

“Siapa yang akan menjaga anakku?”
“Untuk apa bekerja jika penghasilannya rendah?”
“Apakah aku mampu mengejar ketinggalanku?”

Perlakuan seksis yang kerap diterima Ji Young dalam lingkup kehidupannya membuat ia tidak sadar bahwa dirinya menderita postpartum depression. Wajahnya pucat, selalu terlihat lelah, bahkan ia kerap berbicara seakan-seakan ia adalah orang lain.


Ketika ibunya Ji Young mengetahui anaknya sakit. Heart breaking banget. :sneezing_face:
.


Saat Dae Hyun memberi tahu Ji Young bahwa Ji Young sakit. Dae Hyun merasa itu merupakan kesalahan dirinya. :broken_heart:
.
.
Tema feminis dan kekerasan seksual yang diangkat dalam cerita ini, membuat Kim Ji Young: Born 1982 menjadi kontroversial. Pasalnya sistem patriarki di negara Korea Selatan masih tinggi. Pembahasan tentang tema feminis menjadi tabu. Wajar bila artis dan idol yang membaca novel serta terlibat dalam filmnya, mendapat kecaman dari kelompok anti feminisme. Di sana, perempuan harus berjuang lebih keras untuk mendapatkan perlakuan yang setara dengan laki-laki.

Terlepas dari kontroversi yang diterimanya, cerita Ji Young yang relate dengan kehidupan seorang ibu, peran support system bagi Ji Young, serta perjuangan Ji Young dalam meraih mimpi, membuat novel dan film Kim Ji Young: Born 1982, sangat disarankan untuk dicicip oleh ibu-ibu. Apalagi jika ibu bisa mengajak pasangan ibu untuk menikmatinya bersama-sama. Karena sejatinya, cerita ini menyampaikan seluruh beban yang mungkin tidak dirasa dan tidak mampu diungkapkan oleh para ibu.
.
.
Gimana, Bu? Tertarik untuk baca novel atau nonton filmnya? Jangan lupa ajak suami. Siapa tahu suami jadi makin sayang dan peka dengan kondisi ibu setelah mendalami cerita Kim Ji Young.

5 Likes

Ya allah buu… tulisan mu mengingatkan perasaan aku ketika nonton film ini… dulu waktu aku nonton film kim ji young ini, aku nangis sampe sembab karna merasa relate dengan ji young. Ga semua situasi relate sih, tapi merasa depresi karna baru menjadi new mom, dan itu masa masa sulit buat aku dulu. Dan kutipan tentang “untuk apa bekerja jika penghasilannya rendah?” atau “siapa yang akan menjaga anakku?” That’s what i feel when i start to build my career life. Alhamdulillah sekarang udah terlewati masa masa depresi itu, walaupun sekarang masih ada momen2 stress nya sih tapi lebih enjoy menghadapi my motherhood journey.

1 Like

Saya lagi diposisi ini dan berusaha berjuang buat meraih mimpi lagi Bu.
Dae Hyun bener2 kayak suami saya. Nanyain, “Memang kamu bisa kerja itu sambil ngurus anak-anak?”
Sebenernya suami bukan ngelarang saya buat kerja. Lebih ke khawatir saya jadi makin capek dan lelah. Sehari-hari sama anak aja dah melelahkan ya, Bu. Apalagi ditambah kerja plus ngasuh anak.

Tapi I believe I can do it.
Ketemu IPM dan mulai ikut program2nya malah bikin saya semangat jalanin hari. Ga bosen. Kayak ada aja yg harus dilakuin dan di raih.

Semangat ya Bu @annisadinata :fist:t2::heart:

1 Like

Dulu aku nonton film ini sebelum nikah karena Gong Yoo nya luuvvv wkwk, pas udah nikah dan resign ternyata sebegitu pentingnya support system dari suami yak buuu… huhu, suka banget buku dan filmnya inii :heart: :heart: :heart:

2 Likes

Iya bu…
Gong Yoo di situ sebagai support system keren banget. Di tengah tmn2 nya yg ngerasa berat buat ambil cuti melahirkan, dia berani cuti. Dan bnr2 berpegang sama omongan dia di awal. Dia bantuin istrinya n merhatiin kesehatan mentalnya juga.
Keren ya bu

1 Like