Little Forest (2018), Film Yang Cocok Untuk Menenangkan Hati dan Pikiran

Little Forest (2018), Film Yang Cocok Untuk Menenangkan Hati dan Pikiran

“If it stresses you out that much, it’s better for you to quit”- Hye-Won

Cerita yang begitu hangat dan ringan, Ibu tidak dibebani banyak konflik atau mengharapkan suatu kisah romantis. Tidak pula betanya-tanya seperti apa akhir cerita karena Ibu seakan diajak masuk kedalam alur dan menjadi bagian dari cerita. Berdurasi hampir 1,5 jam, namun Ibu tidak terasa telah sampai diujung cerita. Hati yang ketika jenuh, seakan memperoleh ketenangan dan energi positif. Apa keistimewaan film ini hingga bisa membantu Ibu merasa tenang?

Alur Yang Ringan dan Santai, Cocok Untuk Rileks

Berkisah tentang seorang gadis bernama Hye Won (diperankan Kim Tae Ri) yang berasal dari pedesaan namun memiliki mimpi untuk tinggal dan berkarir di kota besar. Namun, kenyataan tidak selamanya sejalan dengan mimpi. Hye Won sampai pada titik merasa penat dan jenuh dengan kerasnya kehidupan di kota besar, dia juga harus menerima kegagalan dalam ujian sertifikasi guru yang menjadi mimpinya. Tingginya biaya hidup, membuat Hye Won harus berhemat dan memilih makanan instant yang ada di minimarket, rasa tidak lagi menjadi pilihan yang penting bisa bertahan dengan makanan yang ada. Oleh karena itu, Hye Won akhirnya memtuskan untuk rehat sejenak dari penatnya kota besar dan memilih pulang kembali ke kampung halamannya.

Tiba di kampung halamannya, Hye Won dipertemukan dengan teman masa kecilnya yaitu Jae Ha (Ryu Jun Yeol) dan Sook (Jin Ki Joo). Mereka bertiga sering berkumpul bersama, berbagi cerita, bercocok tanam, dan memasak bersama. Cerita film ini sungguh sederhana karena menyangkut kegiatan sehari-hari. Namun, inilah yang menjadi daya tarik film ini. Ibu akan menikmati suguhan beragam macam makanan yang dimasak oleh Hye Won,dengan bahan alami dan diperoleh dengan menanam sendiri. Ketika lapar Hye Won akan masak dengan bahan yang tersedia sesuai musimnya. Ada satu scene, dimana Hye Won dan teman-temannya akan membuat kue beras. Ibu akan diperlihatkan proses pembuatannya dari menggiling beras menjadi tepung, mengulen dan mengukusnya termasuk membuat filling kue dari kacang merah. Sungguh sederhana, hidup ternyata tidak sesusah itu. Kue beras hanya bermodal beras dan kacang merah, Ibu sudah bisa menikmati kudapan sehat.

Sinematografi Yang Memanjakan Mata dan Menyejukkan Hati

Film ini menyuguhkan pemadandangan 4 musim yang sangat indah. Suasana kampung halaman Hye won saat musim panas sangat asri, ditumbuhi pohon-pohon lebat, tanaman yang mulai tumbuh, dan sepoi-sepoi angin sesekali menyapa. Melihat Hye Won yang sangat menikmati desanya sambil naik sepeda, sungguh pengalaman itu juga ingin dirasakan.

Tak hanya itu, Ibu akan menikmati Hye Won sedang memasak dan membuat perut ikut menjadi lapar. Ada 1 menu yang sangat unik disuguhkan oleh Hye Won, yaitu menggoreng bunga Acacia, sungguh membuat rasa penasaran seperti apa rasanya

Pelajaran Berharga

Hye Won melakukan tindakan yang tepat saat mendapati dirinya dalam kondisi penat, dia memilih berhenti sejenak dan melakukan hal lain untuk memulihkan semangatnya. Dalam hal ini, Hye Won memilih pulang kembali ke kampung halaman dan melakukan aktivitas yang berbeda dari saat dirinya hidup di kota besar. Hye Won mendapatkan kebahagiaannya lewat kesederhanaan hidup, dengan memakan makanan yang sehat dan alami, dan bercocok tanam

“My body may hurt, but I’m not stressed” – jae Ha

Melakukan kegiatan yang melelahkan tapi hati merasa bahagia, karena kegiatan tersebut kita suka dan tidak terbebani. Maka cobalah mencari kegiatan yang mampu membuat hati Ibu senang. Terkadang sebagai Ibu kita juga terjebak dalam rutinitas sehingga membuat diri Ibu menjadi penuh dan jenuh, mungkin Ibu bisa melakukan hal yang sama dengan Hye Won untuk berhenti sejenak melakukan pemulihan semangat sehingga Ibu akan menjadi lebih positif dan bahagia