Menentukan Langkah Si Jelantah

Hai Ibupreneur,

Sudah satu bulan terakhir ini di lingkungan tempat tinggal saya, warga diimbau untuk mengumpulkan minyak jelantah (minyak sisa menggoreng). Apakah di tempat Ibu juga demikian? Berhubung saya orangnya cukup ‘kepo’, jadi saya tanya-tanya untuk apa kiranya si jelantah ini. Karena biasanya saya buang jelantah begitu saja di saluran pembuangan, yang ternyata dapat membahayakan lingkungan. Jangan ditiru ya, Bu!

Ternyata dari penelusuran yang saya lakukan, didapati hasil bahwa jelantah yang terkumpul nantinya akan dikirimkan ke pengepul untuk kemudian diolah kembali menjadi sumber energi baru berupa biosolar. Selain itu, saya juga menemukan fakta bahwa ternyata si jelantah ini dapat didaur ulang menjadi sabun cuci lho, Bu. Kok bisa ya? Emang nggak bau?

Menurut artikel yang saya baca, jelantah bisa diolah kembali menjadi sabun cuci setelah dicampur oleh sejumlah senyawa pendukung. Bahan-bahan yang diperlukan antara lain:

  • Minyak jelantah
  • Air
  • NaOH (Natrium Hidroksida) atau soda api
  • Jeruk Nipis atau fragrance oil
  • Daun binahong (sebagai anti bakteri)
  • Cetakan
  • Pengaduk

Cara membuatnya:

  • Pertama, minyak jelantah disaring kemudian didinginkan.
  • Setelah itu, sisihkan minyak sebanyak 200 gr. Masukkan NaOH (soda api) sebanyak 33,6 gr ke dalam 100 ml air (jangan terbalik ya Bu. Jangan sampai air dulu yang dituang baru soda api karena bisa meledak. Berbahaya!).
  • Langkah selanjutnya, Masukkan larutan NaOH tersebut ke dalam minyak jelantah sedikit demi sedikit sambil diaduk hingga rata. Aduk terus hingga mengental.
  • Tambahkan jeruk nipis atau fragrance oil secukupnya untuk menambah aroma.
  • Tambahkan juga daun binahong sebagai anti bakteri.
  • Kemudian tuangkan campuran tersebut ke dalam cetakan. Diamkan selama 3-5 hari agar menjadi padat dan bisa dipotong.
  • Sabun pun siap digunakan.

Sabun tersebut nantinya bisa Ibu gunakan untuk mencuci lap, alat masak yang berlemak hingga noda membandel pada peralatan makan. Wah, cukup solutif ya Bu! :smiley:

Tidak hanya dapat didaur ulang menjadi biosolar dan sabun cuci, jelantah juga dapat diolah kembali menjadi produk rumah tangga lainnya seperti cairan pembersih lantai, lilin, aromaterapi hingga menjadi pupuk tanaman. Pemanfaatan jelantah menjadi sumber energi baru dan produk olahan lainnya tentu menjadi ‘angin segar’ baik dalam segi ekonomi, kesehatan, dan lingkungan.

Nah, kira-kira apakah Ibu juga tertarik memanfaatkan jelantah yang ada di rumah? Atau bahkan sudah ada yang lebih dulu mendaur ulang Si minyak sisa ini? Share ceritanya dong, Bu…

Sumber:

6 Likes

calling ibu @Makcip for deeper discussion nihhh

1 Like

Wah menarik untuk dicoba nih untuk mengolah koleksi jelantah tampunganku :slight_smile: Ngomongin jelantah jadi inget cerita pas awal-awal menikah… Karena aku nggak paham, jelantah ku buang langsung ke sink cuci piring dan akhirnya mampet sampai harus bongkar dapur :rofl:

sama banget bu :sweat_smile::sweat_smile::sweat_smile::sweat_smile: aku pun awalnya buang suka2 di sink

1 Like

Waah tos kalo gitu! Semoga ngga sampe bongkar dapur dan keramik juga ya Bu :rofl: :rofl: :rofl:

belum sih ini tapii :joy::joy::joy: sebelum kejadian udah dilarang pak suami yang ternyata lebih tau masalah gini2 :sweat_smile:

1 Like