Mengolah Limbah Kayu Menjadi Kerajinan dan Dekorasi Rumah #RisetIbupreneur

Halo Salam kenal Ibu…

Perkenalkan saya Hani, salah satu awardee Ibu Punya Mimpi batch 6. Saat ini saya beserta suami sedang merintis usaha berupa kerajinan kayu dengan bahan dasar limbah palet kayu yang kami beri nama Gallerysani
Palet kayu sendiri merupakan susunan rangka kayu yang biasanya dibentuk menjadi alas atau peti untuk mengangkut barang. Jenis palet kayu yang kami gunakan adalah kayu pinus.

Secara singkatnya, Gallerysani mengubah limbah kayu bekas menjadi berbagai macam kerajinan berupa dekorasi rumah.
Gallerysani hadir memberikan solusi kepada pelanggan yang ingin mempunyai atau mengoleksi kerajinan berupa dekorasi rumah, namun tetap mengedepankan aspek kelestarian lingkungan.

Di kesempatan ini saya ingin mengajukan beberapa pertanyaan mengenai pandangan Ibu terhadap ide dan konsep yang diusung Gallerysani

  1. Seberapa sering Ibu merubah tatanan dekorasi rumah?

  2. Apa yang menjadi pertimbangan Ibu dalam membeli aksesoris dekorasi rumah? (contoh : harga, estetika, dampak pembuatan produk tersebut terhadap lingkungan)

  3. Berapa maksimal budget yang anda alokasikan untuk membeli aksesoris dekorasi rumah? ( contoh : tidak lebih dari Rp. 200.000)

  4. Gallerysani adalah produsen kerajinan yang fokus memproduksi kerajinan berupa dekorasi rumah seperti jam dinding, vas bunga, kotak tissue dengan bahan dasar kayu bekas. Bagaimana pendapat anda tentang konsep yang Gallerysani usung?

  • Biasa saja
  • Cukup menarik
  • Sangat menarik

0 voters

  1. Saat kini kami sedang mengembangkan beberapa produk seperti jam dinding, kotak tissue, frame, dan vas bunga.
    Silahkan masukkan pendapat anda, produk apa lagi yang anda harap Gallerysani bisa produksi selain produk yang sudah disebutkan diatas?

Jika Ibu berkenan, jawab pertanyaan-pertanyaan diatas ya Bu :smiling_face_with_three_hearts:

Dan bagi Ibu-Ibu yang sudah berkenan meluangkan waktu untuk menjadi responden mini survey ini, terima kasih banyak ya atas bantuan Ibu, bantuan Ibu sangat berarti untuk saya dan Gallerysani :smiling_face_with_three_hearts:

3 Likes

Halo Bu @Hanizaharani, salam kenal aku Lala. Keren benget Bu ide bisnisnya. Semoga jawabanku ini bisa membantu ya Bu :hugs:

  1. Jujur mengubah tatanan dekorasi rumah bisa bikin naikin mood. Kalo untuk dekorasi printilan kecil paling 1 bulan sekali.Walaupun barangnya cuma-cuma itu aja, aku paling sering mengubah tata letak barangnya sih, Bu, biar nggak bosen.

  2. Yang jelas harga, karena aku sesuaiin budget. Terus kualitas, aku tipe yang percaya ada harga ada kualitas, Bu. Aku nggakpapa ngeluarin uang lebih besar demi kualitas barang yang lebih awet. Ketiga, fungsinya Bu. Terus, cocok enggak sama tema rumah. Terakhir nilai plus juga kalo produk tersebut berdampak baik untuk lingkungan.

  3. Tidak lebih dari 200.000, kalau lebih dari itu aku survey dulu review dari costumer lain dan ketahanan dari bahan produknya.

  4. Keren, Bu! Ibu nggak cuma fokus jual produknya, tapi juga bisa ngasih nilai plus untuk limbah kayu. Apalagi pandemi seperti saat ini, minat beberapa orang terhadap home decor juga meningkat, terbukti dari banyaknya akun-akun rumah di Instagram.

  5. Wooden tray, key holder, peg board

Semangat Ibuuuu, sukses terus ya :heart:

2 Likes

Halo bu semoga jawabanku bisa membantu yaa

  1. Jarang merubah tatanan rumah, karena repot banget ada si kecil yang lagi aktif ditambah rumahku ga terllau banyak barang luas kosong aja buat tempat bermain si kecil

  2. Kalau pertimbanganku sih lebih ke fungsi ya, kalau emang bisa bermanfaat dan aku perlu ya beli, kalau ga butuh butuh amat ga akan beli karna malah jadi bikin rumah berantakan (plus rumahku ga estetik berantakan sama anak :rofl:) harga jugasih bu jadi pertimbangan pastinya, yang best deal aja dibeli :rofl:

  3. Setuju bu tidak lebih dari 200.000 apalaagi kalau kepeerluanya ga terllau butuuh (cuman karna lucu aja)

  4. Kereeeenn banget bu idenya :heart: barang yang berfungsi banget dirumah, estetik dan dari bahan kayu bekas, keren banget :heart::heart:

  5. Rak gantung dari kayu buu, kereen dan bermanfaat, atau rak susun gitu, rak buku anak, kotak mainan anak, lampu tidur.

Sukses selalu untuk gallerysani :smiling_face_with_three_hearts::smiling_face_with_three_hearts:

1 Like
  1. Jarang sekali.
  2. Hampir tidak prrnh membeli pajamgan rumah. Karena kebetulan kami tipe yang tidak suka ada dekorasi rumah.
  3. Di angka 100an ribu.
  4. Suka banget sama idenya bu untuk upcycle palet bekas :heart::heart:
  5. Bikin container buat simpan2 printilan kecil-kecil buuuuu

Sukses ya buuu dengan bisnisnya :cherry_blossom::cherry_blossom:

1 Like

Hai Bu Hani, semoga jawabanku membantu.

  1. Mungkin 3-4 bulan sekali, ada aja yg diubah atau digeser2 barang-barang di rumah biar gak bosen.
  2. Harga iya, estetika iya, durability iya, dan eco friendly juga nilai plus
  3. Kalo sebulan mungkin sekitar 100k untuk dekor-dekor rumah. Atau kalo 3 bulan baru beli ya brarti up to 300k waktu beli.
  4. Bagus bgt bu, suka banget sama konsep upcycle.
  5. Tray-tray atau rak-rak?
1 Like

Halo Ibu @Hanizaharani, kecee banget produknya, dari dulu aku sukak banget dekor rumah yang ada unsur kayu nya karena berasa earth banget :slight_smile: Coba aku bantu jawab ya Bu : 1. Seberapa sering Ibu merubah tatanan dekorasi rumah?
1-2 Bulan sekali
2. Apa yang menjadi pertimbangan Ibu dalam membeli aksesoris dekorasi rumah? (contoh : harga, estetika, dampak pembuatan produk tersebut terhadap lingkungan)
Useful, bentuknya unik dan estetik untuk dekor.
3. Berapa maksimal budget yang anda alokasikan untuk membeli aksesoris dekorasi rumah? ( contoh : tidak lebih dari Rp. 200.000)

1.000.000

  1. Gallerysani adalah produsen kerajinan yang fokus memproduksi kerajinan berupa dekorasi rumah seperti jam dinding, vas bunga, kotak tissue dengan bahan dasar kayu bekas. Bagaimana pendapat anda tentang konsep yang Gallerysani usung?
    Basicly dari dulu aku uda sukak wooden craft Bu :slight_smile: