Merayakan Perempuan Bersama Friends

Saat membayangkan tayangan pop culture masa kini yang terkait dengan perempuan, rasa-rasanya Friends tidak bakal serta merta jadi pilihan. Guyonan sarkastik Chandler, Joey mengucapkan “how‘re you doin’”, putus sambungnya hubungan percintaan antara Ross dan Rachel, Monica yang kelewat OCD, Phoebe menyanyikan smelly cat, serta pelbagai kejadian kocak yang dialamai geng Central Perk memang membuat Friends tidak pernah gagal mengundang gelak di setiap judulnya. Sehingga highlight tentang perempuan dalam plot komedi situasi yang tayang hingga 10 musim ini mungkin jadi agak teralihkan. Apalagi Friends sudah tamat sejak tahun 2004 lalu, membuatnya jadi sedikit terkubur di antara ragam film serial baru yang mebanjiri media OTT saat ini.


Namun percayalah, menonton ulang serial ini di umur yang sudah jauh lebih ‘dewasa’, kondisi sosial kini yang juga berbeda, pengalaman hidup yang ‘bertambah’, membuat saya banyak menemukan momen ‘A-ha!’ yang hangat dan menyenangkan yang terlewat begitu saja saat menonton pertama kali dulu. Bersamaan dengan kocaknyanya kejadian sehari-hari 6 sekawan ini, isu perempuan yang dimunculkan dalam serial ini tiba-tiba terasa sangat relevan. Dan tidak hanya melulu dari ketiga karakter perempuannya, para karakter laki-laki di sini juga turut merayakan semangatnya.

2 hal yang paling berkesan bisa dibaca di bawah ini

Normalize breastfeeding!

Bukankah hebat jika kesadaran ini didukung semua pihak, terutama para Ayah? Saat ini, sangat mudah mencari akses informasi dan edukasi yang tepat bagi Ayah atau calon Ayah untuk mendukung keberhasilan program meng-ASI-hi. Mencuplik dari laman ayah asi :

ASI terlalu penting untuk hanya diurus oleh Ibu-ibu

Namun bagaimana situasinya di tahun 1995 ketika episode The One with the Breastmilk mengudara?

Joey dan Chandler terang-terangan merasa kikuk ketika melihat Carol, mantan istri Ross, menyusui si Kecil Ben, dan merasa harus menjauh dari mereka. Ross yang menyadari itu, meyakinkan kedua sahabatnya bahwa menyusui adalah hal natural terindah di dunia. Ross lantas mendorong Chandler dan Joey untuk melihat hal tersebut sebagai normal dan bertanya langsung pada Carol apa yang mereka tidak ketahui tentang menyusui.

Memang Joey dan Chandler terlihat canggung, namun langkah kecil yang dilakukan Joey dan Chendler dan betapa suportifnya Ross patut dirayakan, bukan? Normalize breastfeeding!

Motherhood dalam berbagai rupa

Bagi yang sudah menamatkan serial ini sampai akhir, pasti akan menayadari bahwa ketiga karakter utama perempuan di serial ini menjalani fase menjadi seorang Ibu. Namun tidak semuanya membesarkan sang Anak. Tidak semuanya juga melahirkan sang Anak. Dan tidak semuanya mengasuh bersama pasangan. Ketiganya menjadi Ibu dengan cara yang berbeda-beda.

Phoebe yang paling pertama merengkuh fase ini, dengan berani. Di musim ke-4, penonton dihadapkan dengan plot dimana Ia setuju menjadi Ibu Pengganti, atau yang umum dikenal dengan sebutan surrogatte mother, bagi adik tirinya yang memiliki komplikasi medis. Praktek surrogate mother atau Ibu Pengganti memang tidak dibenarkan menurut hukum di Indonesia, namun ini hal cukup lumrah di Amerika.
Tentunya bukan tanpa hambatan. Sepanjang musim ke-4, Phoebe harus menghadapi segala dinamika kehamilan seperti perubahan hormonal yang membuatnya mengalah untuk menyantap daging contohnya, padahal Ia seorang vegetarian! :smiley:
Momen penguras air mata ada di musim ke-5 ketika tiba saatnya Phoebe melahirkan sang bayi. Momen di mana Phoebe mengucapkan selamat datang, sekaligus selamat tinggal kepada 3 bayi kecil yang telah bersamanya sepanjang 9 bulan ini. Ikatan batin itu ada.

Lain Phoebe, lain juga Rachel. Karakter Rachel di serial ini sangat berkembang sepanjang musimnya. Dari seorang perempuan manja yang melarikan diri dari altar, Ia bertransformasi menjadi perempuan yang sedikit demi sedikit menajadi mandiri. Di musim penayangan ke delapan, Rachel memutuskan untuk tetap single ketika mengetahui dirinya hamil. Bukan hal yang mudah diputuskan tentunya. Namun bagi Rachel, meskipun ia mengandung anak Ross, jika mereka berdua tidak saling mencintai dan tidak memiliki tujuan yang sama, kembali memiliki ikatan adalah hal yang percuma. Pernikahan bukan solusi. Rachel percaya ia mampu mengurus kehamilannya dan mengasuh sang bayi kelak secara mandiri. Meskipun demikian Rachel membuka pintu selebar-lebarnya bagi Ross untuk turut terlibat dalam segala aspek terkait buah hati mereka.

Perjalanan keibuan Monica menjadi penutup dari keseluruhan cerita geng Central Perk. Sepanjang serial Monica digambarkan sebagai karakter yang ngemong. Ia menjadi proyeksi sosok ‘ibu’ yang mengikat semua orang dalam geng.
Setelah menikah, Monica dan Chandler tidak menunda untuk memilliki momongan. Namun, infertilitas menjadi penghalang. Kondisi medis keduanya mematikan harapan untuk memiliki anak secara normal. Berbagai cara dilakukan untuk bisa mewujudkan impian, dan adopsi menjadi pilihan terakhir. Rumitnya proses birokrasi dan masa tunggu yang lama akhirnya membuahkan hasil. Erika, seorang gadis dari Ohio, menyutujui Chandler dan Monica mengadopsi bayi yang dikandungnya. Lucu, karena sesungguhnya Erica salah orang, sehingga Ia nyaris membatalkan kesepakatan adopsi begitu tahu bahwa Chandler dan Monica bukanlah pasangan yang ia pelajari di file calon orangtua adopsi. Sampai Chandler meyakinkannya.


Tidak mengalami proses kelahiran tidak mengurangi nilai keibuan seorang perempuan. Monica menunjukkan itu semua kepada kita di sini. Di akhir cerita, tidak hanya satu, tapi sekaligus dua bayi menyempurnakan Chandler dan Monica

Dibanding adopsi, Ibu Pengganti dan hamil di luar nikah memang bukan sesuatu yang patut menurut etika dan adat ketimuran. Tapi mari kesampingkan itu sejenak dan mengamini poin yang ingin disampaikan oleh penulis cerita di sini, yaitu merayakan perjalanan keibuan yang tidak biasa, namun luar biasa. Karena yang harus disepakati adalah, betapa keputusan apapun mengenai yang terbaik bagi diri, tubuh, hati, jiwa dan masa depan seorang perempuan adalah milik perempuan itu sendiri. Apresiasi dan dukungan sudah semestinya hadir di sini.

Nah, Friends ternyata punya isu serius juga, ya. Ada banyak semangat girl power serta isu perempuan lainnya terselip di sini. Tapi jangan khawatir, serial ini tetap asik diikuti sebagai tontonan ringan, kok. Jadi, mari nyalakan televivsi dan tertawa bersama enam sekawan ini, sembari minum kopi layaknya kita bagian dari Central Perk.

2 Likes