Selain Jam Terbang, Ini Hal yang Harus Ibu Lakukan Supaya Menjadi Penulis Handal

Belakangan sering digaung-gaungkan istilah “Empowered Women” atau Perempuan Berdaya. Zaman ini, istilah ini juga lekat kepada wanita yang sudah menikah atau bahkan sudah menjadi Ibu.

Ada berbagai tuntutan dan ekspektasi kepada seorang perempuan, terlebih ketika sudah menjadi ibu. Harus bisa menjadi ibu yang baik, istri yang baik dan juga pribadi yang baik. Ketika kita terpaksa harus memilih, bahkan yang dipilih pun menimbulkan kontroversi yang dikatakan orang lain mungkin menjadi salah pilih.

Meskipun tidak mudah, tapi Ibu yang ingin tetap berdaya harus berani memilih. Pilihan itu muncul setelah kita mengenal diri dan mimpi yang akan kita tuju.

Kita semua setuju jika merasa menjadi berdaya itu harus diwujudkan melalui sebuah karya sesuai dengan jalan yang kita pilih, salah satunya menjadi seorang penulis.

Namun terkadang, Ibu bingung ketika memulai pertama kali menjadi seorang penulis, padahal hal-hal kecil bisa menciptakan perubahan besar. Begitu juga dengan menjadi penulis. Tidak melulu soal jam terbang, berikut adalah hal-hal yang harus dilakukan Ibu agar bisa menjadi penulis yang handal.

Membaca, Membaca dan Membaca

“Kalau engkau ingin menjadi penulis, ada dua hal yang harus kau lakukan, banyak membaca dan menulis. Setahuku, tidak ada jalan lain selain dua hal ini. Dan tidak ada jalan pintas.” - Stephen King

Bu, membaca menjadi faktor dan modal penting dalam menggapai angan menjadi seorang penulis. Dengan membaca, Ibu bisa belajar bagaimana seorang penulis menyampaikan pikirannya. Membaca bukan hanya menambah wawasan, membaca juga mampu membuat seorang penulis memiliki keterampilan bahasa yang memadai.

Membaca beragam jenis dan gaya penulisan dapat menjadi salah satu referensi ketika menulis. Membaca dapat menjadi suatu wadah untuk melatih intuisi dan sensitivitas terhadap isu yang menarik ditulis.

Keterampilan ini tidak serta merta diperoleh tanpa pembiasaan dan pengalaman yang cukup ya, Bu. Dan salah satu keterampilan menulis bisa didapat dengan membaca.

Untuk memulainya, Ibu bisa membaca dari genre buku favorit Ibu, baik dari buku fiksi maupun non-fiksi.

Menguasai PUEBI (Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia)

Selain membaca, hal lain yang Ibu harus kuasai ketika ingin menjadi penulis handal adalah menguasai PUEBI (Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia). Hal ini dikarenakan agar maksud dan tujuan penulis tersampaikan dengan baik, mengingat pembaca dari karya Ibu memiliki latar belakang suku dan budaya yang berbeda.

Selain itu, dengan menggunakan PUEBI membuat penyusunan artikel ilmiah akan tertata dengan sistematis dan runtut. Penggunaan PUEBI juga dianggap mampu meningkatkan citra penulis loh, Bu.

Untuk menguasai hal ini, Ibu bisa belajar penempatan tanda baca seperti titik, koma, penggunaan huruf kapital, penulisan judul, diksi, kalimat baku dan non baku, antonim, sinonim dan lainnya.

Memiliki Kreativitas dan Daya Khayal Positif

“Imajinasimu adalah alat yang sangat ampuh.” - Rhonda Byrne

Melalui daya khayal tersebut, Ibu dapat berdialog dengan emosi dan perspektif diri Ibu serta orang lain pada topik yang akan ditulis. Kreativitas dibutuhkan sebagai elemen relaksasi, refleksi dan hiburan.

Untuk mendapatkan hal ini, Ibu bisa berlatih menulis dengan tema-tema yang saat ini sering diangkat media sosial. Selain itu, kembali ke hal pertama yang harus dilakukan yaitu banyak membaca berbagai macam jenis buku.

Teruslah Menulis dengan Konsisten

“Syarat untuk menulis ada tiga yaitu: menulis, menulis, dan menulis." (Kuntowijoyo)

Hal terpenting lainnya yang bisa Ibu lakukan adalah terus berlatih menulis. Untuk menjadi seorang penulis handal Ibu harus konsisten menulis, menghindari rasa malas dan mampu mengatasi writer’s block.

Selain skill, menulis juga membutuhkan pengalaman. Tidak ada sehari membuat tulisan langsung menjadi penulis terkenal.

Ibu bisa memulai menulis dari sesuatu yang Ibu lakukan, Ibu dengar, Ibu lihat dan Ibu rasa. Ibu bisa menulis langsung di laptop, komputer, blog pribadi Ibu, buku jurnal, caption Instagram bahkan di note hp Ibu.

Semangat terus ya, Bu!

Be Authentic Writer

Langkah terakhir yang bisa Ibu lakukan ketika menjadi penulis adalah menjadi penulis yang orisinil, authentic dan genuine .

Ibu bisa terinspirasi dengan gaya penulisan orang lain yang Ibu anggap hebat. Tapi tetap jadilah diri sendiri dengan karya-karya orisinil yang melambangkan diri Ibu sendiri ya.

Menjiplak dan menulis ulang tulisan orang lain sama sekali bukan hal yang baik dalam dunia kepenulisan. Plagiat bukan hanya merugikan pemilik karya, tapi sang plagiator sendiri.

Tidak harus menjadi orang lain ya, Bu. Ibu bahkan bisa tampil lebih keren jika Ibu jadi diri sendiri.

Itulah hal-hal yang bisa dilakukan oleh Ibu untuk menjadi penulis handal.

Bagaimana, Bu? Tetap semangat berdaya dengan berkarya sebagai seorang penulis ya, Bu!

6 Likes