Beli Followers untuk Brand Awareness.. Yes or No?

Dear Ibupreneur hebat. Perkenalkan saya Qoni.

Apa kabar Ibu? Semoga senantiasa sehat selalu ya… Jadi Ibupreneur sekalian, yang sedang merintis dan mengembangkan bisnis semangat ya… Membangun sebuah bisnis bukanlah hal yang mudah, mempertahankannya sampai bisa punya pelanggan tetap apalagi, jadi hats off untuk Ibu-Ibu sekalian. Sangat menginspirasi😊

Saya belum punya bisnis sih, saya masih menjadi karyawan. Saya boleh sekalian curhat ya Ibu… Jadi, saya kerja di bidang marketing. Selama masa pandemi ini, kerjaan saya yang harusnya ketemu dengan customer jadi dibatasi, otomatisnya komunikasi yang saya lakukan adalah melalui online dan beriklan di sosial media. Saya pernah membaca bahwa salah satu cara sebuah produk/brand untuk bisa dikenal dan dipercaya oleh customer adalah lewat awareness dan social media presence dari konten di media sosial.

Awareness atau brand awareness berarti adalah kesadaran merek, sebuah istilah pemasaran yang menggambarkan tingkat pengakuan konsumen terhadap suatu produk Hal ini dapat mencakup kualitas yang membedakan produk dari para pesaingnya. Nah… dalam menciptakan kesadaran merek, termasuk perusahaan saya banyak memanfaatkan media sosial untuk membuat konsumen mengenal lebih dekat dengan produk dan brand kita. Ya juga saking sekarang apa-apa ada di medial sosial, makanya setiap bisnis, brand dan produk harus memaksimalkan sosial media sebaik mungkin.

Membuat konten, postingan dan campaign di media sosial memang capek sih. Tapi konsistensi itu diperlukan karena customer dan potential customer juga perlu update dari kita mengenai produk yang kita jual dan mereka gunakan. Semakin banyak pengikut di media sosial, akan semakin terbentuk kesadaran tentang produk kita. Saya setuju… menurut saya, followers penting, tapi yang lebih penting adalah engagement yang terjalin dari hati jauh lebih penting. Walaupun jumlah pengikut kita sedikit, tapi kita konsisten dengan konten yang punya daya tarik tersendiri dan unik, serta interaksi aktif dengan pengikut pasti orang juga akan memfollow dan bolak balik mengunjungi akun brand/produk kita di sosial media.

Terkadang, sebuah brand sampai beli followers demi untuk menunjukkan bahwa bisnis mereka memiliki reputasi bagus, tetapi dari sisi engagement dan testimoni tidak sesuai dengan banyaknya jumlah pengikut. Saya akui terkadang, angka jumlah pengikut itu bikin jiper sendiri. Tapi saya tetap percaya quality over quantity, biar kata pengikut saya sedikit, tapi mereka adalah loyal customer yang bisa mendatangkan customer lainnya.

Kalo menurut Ibupreneur lainnya bagaimana? Apakah tidak masalah untuk beli followers untuk menarik calon customer lainnya? Atau Ibu punya ide lain untuk meningkatkan awareness produk/brand Ibupreneur di sosial media?

6 Likes

Aku setuju sekali bu @Qoni Qoni karena ternyata kalau beli follower rata2 akun fake semua… dan sebenernya kepercayaan custemer tidak melihat seberapa banyak follower, tapi bagaimana refew produknya… dari pembeli sebelumnya… itu yang bikin aku nggak pernah beli follower… selama beberapa tahun… belakangan memang kurang konsisten bikin konten, tapi beberapa saat kerasa banget pas serius bikin konten hasilnya memang ER yang naik juga banyak nambah follower aktif… aku lbih suka follow target2 market dan berinteraksi dipostingan mereka… supaya mereka mau melirik ke akun ku. Selama ini gitu… :smile:

1 Like