Dari Mimpi, Jadi “Cuan”

Awali dengan mimpi, jadikan peluang usaha, dan lakukan!

Bagi para ibu dimanapun berada, saya percaya saat paling nyaman adalah saat malam hari, dimana anak-anak dan suami sudah tidur. Terkadang ibu masih terjaga dan dari sanalah kita mulai membayangkan sesuatu. Mulai dari apa yang sudah kita lakukan hari ini, dan mungkin terbesit tentang imipian masa lalu. Keseharian yang menjadi rutinitas terkadang membuat ibu terlalu sibuk untuk menjalaninya, dan sedikit melupakan mimpi ibu. “Bagaimana kalau dulu saya kuliah ambil design grafis, mungkin saya sudah menjadi ilustrator?” atau “Coba saya tetap di kantor lama saya, jam kerjanya cocok banget untuk nyambi bikin kue.” Atau,”Coba saya punya asisten rumah tangga, saya bisa jalanin katering online dari rumah”.

Disaat seperti itu kadang penyesalan datang silih berganti. Hari-hari terus berjalanan, dan Ibu lupa pada mimpi ibu untuk menjadi illustrator, punya usaha kue, ataupun usaha catering dari rumah. Banyak wanita yang merasa pesimis untuk bertahan dan berusaha karena ada rasa keraguan, ketakutan yang besar, ketidakpastian, tidak tahu harus bagaimana, merasa tersesat dan percaya bahwa diri kita tidak akan mampu ([www.entrepreneur.com]). Ternyata banyak sekali rasa khawatir yang muncul ya bu?

Namun bagaimana kita mengalahkan perasaan takut tersebut? Apakah kita akan membiarkannya dan melumpuhkan mimpi kita? Atau kita akan mengubahnya menjadi kekuatan untuk mengejar mimpi kita? Mari kita kuatkan diri dan memilih untuk mengejar mimpi kita ya bu.

Apa manfaat bagi para ibu untuk mewujudkan mimpi?

Survei Indeks Global Dreams pertama mengungkapkan bahwa separuh populasi wanita dunia telah menyerah pada mimpi dan tidak puas dengan kehidupan mereka saat ini. Timbul juga sentimen bahwa wanita di Asia kurang puas dengan kehidupan seiring bertambah usia ([prnewswire.com/]). Salah satu alasan utama banyak wanita tidak mengejar tujuan mereka adalah kurangnya rasa percaya diri (Forbes.com).

Namun ini adalah saat yang tepat untuk para ibu uttuk melepaskan diri dari pikiran negatif tersebut. Mulai perbanyak untuk mencari inspirasi dan panutan, bukan membandingkan kehidupan yang akhirnya malah membuat makin minder. Memang sebagai wanita terkadang kita diminta atau terpaksa memilih untuk melepaskan mimpi karena harus mengandung dan mengurus anak. Dan saat ingin “back to the game” kita sudah tertinggal (Forbes.com), hal itulah yang menjadikan kita para ibu menjadi tidak pecaya diri.

Dengan mewujudkan mimpi, ibu dapat berkarya dengan lebih, dan mungkin dapat melepaskan diri dari kepenatan rutinitas dirumah ataupun tempat bekerja. Sisi positif lainnya hal tersebut juga dapat memupuk rasa percaya diri ibu yang hilang, menjadi terkumpul kembali.

Adakah mimpi yang bisa diwujudkan kedalam ide bisnis?

Mungkin banyak yang berfikir bahwa butuh modal yang sangat besar untuk membangun usaha. Namun coba kita putar balikan dahulu pola pikir tersebut menjadi, “dengan modal kecil (atau mungkin tanpa modal) kita bisa memulai usaha”.

Saya memiliki teman, seorang ibu rumah tangga dan mempunyai 1 orang anak yang benar-benar mewujudkan peluang usaha tanpa modal usaha. Melalui kegemarannya memasak dirumah, dia menata masakannya dengan piring dan perangkat yang ada dirumah, lalu di dokumentasikan. Yang dimasak adalah makanan-makanan untuk keluarga yang sekiranya bisa dijual seperti siomay, otak-otak, kue bolu, dan sebagainya. Setiap selesai membuat masakan untuk keluarga, teman saya foto makanan yang menarik dan membagikannya di WhatsApp sambil menawarkan open PO. Orderan masuk, usaha berjalan, “cuan” juga dapat dan yang menakjubkan hanya bermodalkan handphone yang kita miliki dan aplikasi WhatsApp.

Ada juga sahabat saya yang berkarir di perusahaan dan memulai mimpinya menjadi seorang bakers setelah berkeluarga dan menjadi ibu . Sejak kami berkuliah dan masih single, dia sangat suka membuat kue seperti kue soes, nastar, kue kering lainnya dan membawanya ke kampus untuk cemilan. Dan ya, akhirnya dia bisa mewujudkan mimpinya sekarang. Saat pagi dia bekerja kantoran, pulang kerja mengurus anak, dan weekend open PO membuat cookies . :blush:

Jadi kekurangan uang jangan dijadikan penghambat untuk mematikan mimpi ya bu. Mungkin akan butuh modal lagi kedepannya, namun itu bisa digunakan untuk upscale bisnis kita nantinya. Tapi untuk memulainya, ibu bisa mulai dengan modal yang ibu miliki saat ini dahulu.

“Anda tidak perlu lagi menyewa ruang kantor, dan internet memungkinkan Anda menggunakan video call, email, dan beriklan dengan gratis melalui media sosial.” (Penulis From Idea to Reality: An Entrepreneur’s Guide to Meaningful Business Growth, Jean Paul Paulynice, Forbes.com).

Tips memulai usaha bagi para ibu, dan bagaimana mewujudkannya?

Memulai usaha mungkin hal yang sulit, namun bisa juga menjadi mudah. Sekarang ibu sudah tau mimpi ibu, sudah dapat memilih mimpi ibu yang yang mana yang ingin dijadikan peluang usaha, sekarang mari wujudkan. Saya lebih suka mewujudkan sesuatu dengan membuat mapping . Buat saya ide yang diuraikan menjadi lebih mudah di aplikasikan. Yuk kita mulai!

Tips #1

Buat rencana bisnis dengan menggunakan Business Model Canvas . Melalui BMC kita dapat dengan mudah merancang rencana bisnis dan membuat pemetaan pada bisnis yang ingin ibu lakukan. BMC pertama kali dikembangkan oleh Alexander Osterwalder, dan ternyata sudah banyak juga orang-orang yang menerapkannya dalam usaha, baik skala besar maupun skali kecil. Strategi BMC dapat digunakan untuk mematangan strategi usaha khususnya oleh pelaku usaha pemula. Karena adanya persaingan pasar yang ketat, para pelaku UMKM juga perlu menggunakan strategi ini (Qasir.com).

Klik link berikut untuk mempelajari lebih lanjut: Menerapkan Business Model Canvas untuk UMKM | Qasir.id

Tips #2

Setelah ibu memetakannya, ibu bisa menyusun rencana pemasaran yang ingin ibu lakukan. Pastinya waktu ibu terbatas, harus mengurus anak, rumah, dan pekerjaan. Seringkali ibu suka lupa ingin melakukan apa selanjutnya dan tidak punya ide hari ini mau melakukan rencana pemasaran dan promosi apa. Karena itu ibu membutuhkan timeline kerja antara lain seperti membuat perencanaan seperti jadwal sharing foto, ingin menggunakan channel marketing apa saja (Instagram, facebook page, dsb). Dengan membuat jadwal dan perencanaan seperti ini akan membatu ibu lebih sistematis, sehingga tidak lupa untuk melakukan apa di hari tersebut.

Contoh promosi praktis dan simple yang bisa ibu lakukan untuk memasarkan produk ibu adalah dengan sharing foto makanan atau kue buatan ibu di Instagram, broadcast pesan di WhatsApp, membuat blog resep makanan unik, ataupun membuat foto-foto menarik di Pinterest.

Untuk ide lainnya bisa dilihat melalui link berikut:

Rencana pemasaran: Strategi Pemasaran UKM Atau UMKM Yang Efektif Adalah Berikut! - Jurnal

Ide Untuk posting Instagram: How to Make Money on Instagram: 6 Ways to Start Today (2021) (shopify.com)

Bila digali lebih jauh, masih banyak tips yang bisa Ibu lakukan dalam memulai sebuah usaha. Namun kita bisa fokus pada 2 hal ini dahulu untuk memulai dan menjalankannya.

Kesimpulan:

Saya yakin ada banyak para Ibu pemimpi, yang bisa saling membangun dan mendukung tentunya melalui wadah ibupunyamimpi.org. Mungkin berat awalnya untuk memulai, karena butuh proses dan ketekunan di dalamnya. Menjalankan usaha, mengurus dan membesarkan keluarga memang menjadi tantangan tersendiri. Namun ternyata hal tersebut dapat dilakukan dengan bantuan dari luar, keterampilan manajemen waktu yang sangat baik dan dengan ketekunan yang luar biasa (Rockstar Female Entrepreneurs, entrepreneur.com).

Langkah awal yang dapat kita lakukan saat ini adalah memulainya dengan semudah mungkin. Memulai dengan mengingat kembali mimpi yang kita inginkan, dan mewujudkankan secara perlahan. Alangkah baiknya bila kita para ibu pemimpi dapat saling terhubung satu dan menjadi lingkaran support system yang positif. Mari mengubah impian Ibu menjadi rencana yang nyata dan dapat dijalani menjadi peluang usaha.

Penulis: Rahel Humillang
Hari / Tanggal: Minggu, 3 Oktober 2021

Daftar Pustaka:
How to survive and be an entrepreneur as a mother, Minggu 3 Oktober 2021, 14.21.

Half The World’s Women Have Given Up On Their Dreams: Kids Challenge Them To Dream Again (prnewswire.com). Minggu 3 Oktober 2021, 14.21.

Why Most Women Give Up On Their Dreams (forbes.com). Minggu 3 Oktober 2021, 14.30.

Menerapkan Business Model Canvas untuk UMKM | Qasir.id. Minggu 3 Oktober 2021, 16.28.

How to Make Money on Instagram: 6 Ways to Start Today (2021) (shopify.com). Minggu 3 Oktober 2021, 16.43.

Strategi Pemasaran UKM Atau UMKM Yang Efektif Adalah Berikut! - Jurnal. Minggu 3 Oktober 2021, 16.44.

What Is Branding? | The Branding Journal. Minggu 3 Oktober 2021, 16.44.

Why Mothers Make Better Entrepreneurs. Minggu 3 Oktober 2021, 17.02

1 Like