Dari Rumah Ibu Bisa Berdaya

Menjadi seorang ibu rumah tangga sering kali para ibu dihadapkan oleh stigma masyarakat kita yang masih menilai bahwa seorang ibu rumah tangga yang hanya bekerja di ruang domestik tidak butuh pendidikan yang tinggi. Nyatanya sekarang banyak ibu rumah tangga yang berpendidikan tinggi yang memutuskan untuk fokus mengurus keluarga di rumah karena beberapa pertimbangan. Berdasarkan kutipan dari jurnal The Role of Women in Public Sector and Family Welfare

Perempuan berperan penting dalam komunitas ekonomi, terutama dalam mendukung keuangan untuk mendukung kesejahteraan keluarga

Salah satu bukti nyata dari peran ibu rumah tangga dalam mendukung kesejahteraan keluarga adalah ikut secara langsung dalam proses mencerdaskan generasi bangsa karena ibu rumah tangga akan lebih banyak waktu untuk mendidik anak-anaknya di rumah. Selain itu ibu rumah tangga juga berperan dalam mendukung perekonomian keluarga dengan mengelola keuangan sebaik-baiknya agar cukup memenuhi kebutuhan rumah tangga.

Karenanya keberadaan ibu rumah tangga yang cerdas sangatlah penting dan tidak bisa dipandang sebelah mata. Namun kadang kala dengan banyaknya tanggung jawab menjadi ibu rumah tangga. Sering kali para ibu merasa kurang self-acceptance karena hanya bekerja di area domestik. Sehingga timbul keinginan Ibu rumah tangga untuk berdaya kembali di ranah publik. Biasanya ini terjadi pada para ibu yang sebelum menjadi ibu rumah tangga adalah seorang wanita karir.
Untuk itu beberapa ibu rumah tangga yang ingin bisa berkarir di ranah publik biasanya memutuskan untuk melanjutkan studi untuk mengisi masa transisi tersebut. Pastinya masa transisi ini tidaklah mudah karena butuh adaptasi, banyak pertimbangan dan support system yang kuat dari keluarga.

Melihat kegalauan para ibu ini Lab Belajar Ibu (LBI) yang merupakan organisasi non-profit hadir untuk membersamai para ibu melewati masa-masa transisi. Di inisiasi oleh kelima co-founder Lab belajar ibu yang semuanya adalah mantan awardee PLDP. Yang merasa setelah mereka lulus malah dihadapkan pada kondisi di mana terbatasnya ruang gerak para co-founder untuk berperan aktif di masyarakat dengan status mereka sebagai ibu rumah tangga. Masalah yang dialami kelima co-founder ini ternyata banyak dialami para ibu lainnya, sampai akhirnya timbul keinginan untuk membuat sebuah wadah yang bisa menjadi sarana para ibu untuk bisa berkarya dari rumah hingga akhirnya tercetuslah @labbelajaribu.org. Tujuan dari LBI ini adalah ingin menjadi wadah bagi para ibu agar bisa memperdayakan diri sendiri dan ibu-ibu yang lain. Tidak hanya sharing mengenai kehidupan transisi para ibu ternyata lab belajar ibu juga berisi informasi mengenai parenting, keluarga dan Kesehatan yang berguna bagi para ibu. Menarik bukan?

Belum lama ini Lab belajar ibu meluncurkan program pelatihan back to school bagi para ibu yang memiliki keinginan lebih jauh untuk bersekolah kembali. Melihat kembali misi dari @labbelajaribu.org yang ingin mendukung para Ibu rumah tangga untuk bisa memperdayakan diri dan turut aktif dalam berkontribusi nyata bagi negara. Program ini sangat cocok nih bagi ibu rumah tangga baik yang baru lulus, atau yang sudah bertahun-tahun lulus untuk mempersiapkan studi ke jenjang lebih lanjut.

Apa saja yang perlu dipersiapkan para ibu ketika memutuskan untuk kembali studi lagi. Hal-hal yang akan saya jelaskan dibawah ini sebelumnya sudah melalui izin dari pihak Lab Belajar Ibu.
Komunikasikan dengan pasangan
Komunikasi ini sangat penting bagi para ibu yang memutuskan bersekolah kembali setelah sekian lama berada di rumah. Pastikan pasangan memahami dan mendukung keputusan ibu kembali bersekolah sehingga ibu dan pasangan bisa saling berbagi peran mengurus rumah tangga dan mengurus anak saat ibu bersekolah karena pasangan adalah support system terdekat yang ibu punya.
Mencari bantuan
Ketidakadaan ibu dirumah pasti akan membuat keadaan rumah berbeda, karena ibu adalah jantung rumah. Penting untuk mencari bantuan seperti mencari asisten rumah tangga atau meminta bantuan keluarga untuk membantu tugas-tugas rumah tangga selama anda bersekolah. Tidak apa-apa ibu, karena bisa meringankan beban ibu saat beban tugas kuliah banyak.
• Menyekolah anak lebih cepat
Bagi para ibu yang memiliki buah hati pasti sedih sekali ketika meninggalkan anak di rumah saat ibu bersekolah. Untuk mengatasi rasa sedih ini ada baiknya mulai menyekolahkan anak lebih cepat agar anak memiliki kegiatan selain di rumah. Di tambah lagi dengan bersekolah anak juga lebih bahagia dan tidak merasa sepi saat ibunya tidak dirumah.
Biaya
Pastikan para ibu sudah menyiapkan dana pendidikan ibu jauh-jauh hari. Sehingga pada saat waktunya sudah tiba, ibu tidak perlu khawatir keputusan ibu akan mengganggu keuangan keluarga ibu. Bagaimana jika para ibu tidak punya dana untuk sekolah? Tenang ibu sekarang banyak sekali beasiswa misalnya PLDP yang memberikan beasiswa kepada calon mahasiswa yang ingin meneruskan pendidikannya ke jenjang lebih tinggi. Pilihan kampusnya juga banyak ada yang di luar negeri maupun yang di dalam negeri. Beasiswa ini mencangkup program magister hingga doktoral dan semuanya full ditanggung oleh pemerintah.

Jadi kesimpulannya meskipun berlabel ibu rumah tangga kita para ibu harus cerdas dan berwawasan tinggi. Karena dari Ibu yang cerdas akan lahir generasi bangsa yang cerdas di masa depan dan ini adalah salah satu wujud kontribusi nyata ibu rumah tangga dalam membangun dan memajukan bangsa dan negara walau dari rumah.

5 Likes