Event Summary :SIBU_Zhafira Loebis (Design 101 Membangun Branding Lewat Design)

Hai Ibupreneur, sudah menyimak cerita Ibu Zhafira Loebis belum? Cerita Ibu Zhafira ini cocok banget untuk Ibupreneur yang memiliki bisnis namun tidak memiliki latar belakang ilmu desain. Pada sesi sharing kali ini Ibu Zhafira berbagi ilmu beliau berdasarkan pengalaman beliau yang telah sukses merintis dan menjalankan Babyloania. Karena ternyata dalam berbisnis ada hal yang lebih penting lagi dari pada ilmu desain itu sendiri yaitu, pribadi yang selalu ingin tahu dan semangat belajar yang tinggi.
Secara garis besar, tahapan yang harus Ibu lakukan dalam membangun Branding bisnis Ibu lewat design ini adalah

  1. Menentukan strategi dalam membangun branding Ibu
    Hal yang sangat lekat dengan branding adalah logo bisnis Ibu. Salah satu strategi yang dapat Ibu gunakan dalam mendesain logo ini adalah color palette. Kenapa warna sangat penting pada logo bisnis Ibu? Karena ternyata warna yang digunakan pada logo bisnis ini dapat menciptakan presepsi tersendiri dari calon customer terhadap bisnis Ibu.
    Selain logo, hal yang perlu Ibu lakukan adalah menentukan siapa sih sebenarnya sasaran pasar produk bisnis Ibu. Apabila Ibu menggunakan media sosial dalam mempromosikan produk bisnis Ibu, Ibu harus temukan dan ketahui profil followers Ibu karena mereka inilah para calon customer produk Ibu. Dengan mengetahui profil followers, Ibu juga bisa mengidentifikasi hal-hal yang dibutuhkan oleh calon customer Ibu. Tentunya ini akan sangat berguna bagi Ibu untuk memperbesar kesempatan bisnis Ibu hadir memenuhi kebutuhan calon customer. Hal ini akan sangat berguna bagi Ibu untuk memetakan peta konten yang sesuai dengan brand dan tentunya relatable dengan profil followers atau para calon customer Ibu.

Mengapa peta konten?
Peta konten ini merupakan kesempatan Ibu untuk membangun engagement Ibu dengan calon customer sehingga peluang produk Ibu untuk dibeli juga menjadi lebih besar. Karena selain mendapatkan info tentang produk bisnis Ibu, para calon customer Ibu ini ternyata juga bisa mendapat informasi lainnya yang erat kaitannya dengan brand Ibu namun sangat relatable dengan keseharian mereka dan tentunya bermanfaat bagi mereka. Contohnya saja, suatu konten Ibu terasa “aku banget loh ini” oleh calon customer Ibu. Maka mereka akan memberikan like pada konten tersebut atau bahkan ikut membagikan konten tersebut di instagram mereka. Nah dari sini juga bisa terbentuk trust dan engagement awal dari para calon customer Ibu terhadap brand Ibu. Ini merupakan langkah awal para calon pembeli akan tertarik pada produk Ibu dibanding produk yang sama dari brand yang lain. Dari pengalaman Ibu Zhafira beberapa ide konten babyloania adalah : product review, mitos dan fakta dan obrolan berupa jokes sebagai hiburan singkat bagi para followers Babyloania
2. Menentukan desain dan foto
Pada zaman sekarang ini sudah banyak teknologi dan aplikasi yang mempermudah Ibu untuk menghasilkan desain dan foto yang bagus misalnya aplikasi canva. Untuk menghasilkan foto yang bagus Ibu dapat menggunakan kamera dari handphone dengan menggunakan bantuan alas dan cahaya untuk menghias dan membuat foto Ibu menjadi lebih cantik dan menarik. Selain desain dan foto, Ibu jangan lupa untuk menjual caption yang menarik berupa cerita khas Ibu pada konten foto tersebut. Hal ini akan membuat calon customer mendapatkan feel dan mood dari foto produk Ibu secara lebih dalam.
3. Analitik
Setelah rutin dan konsisten merencanakan dan memposting konten-konten untuk membangun branding bisnis Ibu. Ibu juga harus rutin melakukan evaluasi dan analisis terhadap konten-konten Ibu tersebut sehingga untuk perencanaan konten selanjutnya bisa dilakukan peningkatan isi konten yang lebih sesuai dengan profil calon customer Ibu. Ibu bisa lakukan ini dengan melihat seberapa ramai interaksi calon customer dengan konten yang sudah Ibu bagikan.
Nah, bagaimana menurut Ibu ilmu dari Ibu Zhafira ini? Selamat mencoba ya Buibu

2 Likes