Hai Ibupreneur! Sharing Elevator Pitch Bisnis Ibu Yuk! (Tugas IPM ComeBack Journey Batch 2)

Haai buibu semuaaa, seru ya semalem udah dengerin materi kelas kedua tentang mematangkan ide bisnis sama bu @marisa
Naah gimaana nih bu sekarang semakin mateng kah ide bisnisnya? Ada yang siap launching bisnisnya? Atau malah jadi ganti ide bisnis? Shaaring disini yu buibu :slight_smile:

Di kelas kita udah belajar kan ya bu gimana caranya membuat elevator pitch, bisnis canvas, dan MPV
Untuk mudahnya membuat elevator pitch buibu bisa menjawab pertanyaan ini

  1. Apa masalah yang di hadapi calon pelangga?
  2. Apa solusi yang di tawarkan bisnis ibu?
  3. Apa happy ending dari calon pelanggan?

Nah kalau peertanyaan itu sudah terjawab tinggal di rangkai deh elevator pitch ibu😍

Untuk bisnis canvas ada beberapa point yang harus ibu isi

  1. Value proposition
    Atau mudahnya, masalah apasih yang bisa di selesaikan dengan bisnis ibu?
  2. Custumer Relationship
    Bagaimana ibu membangun relationship dengan calon custumer
  3. Channels
    dimana ibu mempromosikan bisnis ibu
  4. Custumer segment
    Ini ibu bisa mengkategorikan karakteristik calon pelanggan bisnis ibu

Daan yang terakhir ibu bersrategi menggunakan MPV

Naah sekarang kita mulai yuk bu, kita diskusikan bareng bareng disini, atau kalau ada pertanyaan juga boleh banget ditanyakan disini, jangan takut membuat tugasnya ya buibu, karna pembuatan tugas ini ga ada bener atau salah, semangat buibuuu :heart_eyes::heart_eyes:

1 Like

Halo Ibu @marisa dan Ibu Mutya,
Senang sekali rasanya mendapat kesempatan belajar langsung dari bu Marisa dan bu Mutya!

Honestly aku udah udah punya beberapa usaha sebelumnya, bahkan ada yang masih jalan hingga kini. Tapi aku punya bisnis yang kucita-citakan, dan sejak ikut CJ Pebisnis ini aku merasa semakin dekat dengan bisnis impianku tersebut.

Berikut tugas membuat Elevator Pitch bisnis impianku tersebut.


Semoga sesuai dengan brief yang diberikan ya, namun jika ada hal-hal yang perlu dikoreksi, saya akan dengan senang hati mendengarkan :blush:
Terimakasih :pray:

4 Likes

Halo bu gina, buuuu kereen bangeett loh ide nya :heart_eyes::heart_eyes::heart_eyes: emang ini tuh permasalahan ibuibu banget ya, antara karir dan keluarga, bisa jadi solusi nih bu. Kalau untuk bisnis canvas dan mpv gimana bu apakah ada kesulitan? Boleh share disini ya bu, atau kalau ada pertanyaan untuk nanti kelas kamis boleh juga tanya dulu disini nanti aku rangkum pertanyaannya dan bisa dijawab langsung oleh bu marisa :heart_eyes:

Waaah Bu Mutyaa… makasi banyaak :heart_eyes::heart_eyes:
Gimana nih, kok aku jadi tambah semangat yaa? Haha

Anyway untuk Business Canvasnya overall aku udah ngerti dan udah kepikiran.
Aku agak bingung soal MVP ni Bu. Karena ini Khan platform ya, kalau mau test market at least aku perlu buat website prototipenya dulu Khan, sementara aku cuma bisa buat dengan wordpress, ga ada basic coding sama sekali.
Sementara kalau platformnya kurang nyaman atau bahkan sistemnya kurang memadai justru mempengaruhi user experience.

Jadi aku bingung, gimana caranya aku nerapin MVP dalam bisnis ini ya Bu?

Waah bu bagus banget dong kalau jadii semakin semangat :heart_eyes::heart_eyes: semoga semangatnya menular ke ibu ibu lainnya ya bu

Ohya kalau mpv sebenernya ini bisa dibuat rancangannya dulu ajasih bu ga perlu harus buat website nya langsung sekarang juga.

Seperti contoh dari bu marisa kemarin dengan membuat instagram ads dengan target ibu misal 600point, dan akan di pantau misal selama 1 bulan
Jika ada yang,
Clik di instragram 10point
Ada yang DM tanya pricelist 20 point
Ada yang mencoba untuk order bisnis ibu 50point
Danlain sebagainya, bisa di sesuaikan dengan bisnis ibu

Begitu buu, untuk point nya itu ibu bisa perkirakan sendiri. Naanti selama 1 bulan gimana nih aktivitasnya, ibu kumpulkan point nya apakah mencapai target atau tidak, begitu buu
Semoga penjelasanku bisa membantu ya bu, kalau ada yang masih bingung boleh bu kita sharing kan lagi yaa

Assalamualaikum

Halo ibu, berikut ini saya lampirkan elevator pitch saya ya.

Usaha ini sudah berjalan 1 tahun dan harapan saya kedepannya usaha ini bisa semakin besar. Dan sejujurnya bu, saya rada kesulitan menemukan apa “masalah” pelanggan yang ingin diselesaikan. Karena biasa orang buka toko kan memang menawarkan harga lebih terjangkau dan barang yang lebih lengkap dari kompetitor, tapi apa itu sudah cukup ya bu? Jadi mohon dikoreksi atau saran bagaimana untuk mengetahui lebih dalam apa masalah pelanggan yang bisa diatasi.

Oh ya bu, pertanyaan lainnya apakah elevator pitch ini bisa berubah?
apakah perlu untuk mereview elevator pitch secara berkala? jika iya, berapa lama idealnya?

Jika ada hal yang perlu direvisi atau diperbaiki dari elevator pitch saya, saya berterima kasih sekali bu.

Terima kasih :two_hearts:

Bu, terlampir ya elevator pitch saya. Ide membuat bisnis ini sudah ada dari 2tahun lalu, tapi baru saya jalankan kurang lebih 3 bulan kebelakang, saat ini saya sedang fokus menjual produk hampers lebaran. Semoga kedepan nya saya bisa segera mengeluarkan produk lain yang lebih spesifik menyasar target market saya.

Halo bu lutfiarani, waah udah berjalan 1 tahun keren buuu :heart_eyes:
Sedikit saran dari aku ya bu untuk melihat masalah calon pelanggan, kebetulan banget bisnisku sekarang ini membutuhkan banyak sekali kemasan plastik, jadi akupun rajin belanja ke toko plastik, bisa di highlight bu sistem atau layanan take away yg ibu punya saat ini, itu bisa jadi solusi bgt untuk calon pelanggan loh bu, karna aku sendiri merasakan kadang males belanja ke toko plastik, alasannya

  1. Buat keluar rumah belanja bawa anak tentu perlu persiapan, jadi kadang males, tapi harus keluar rumah karna ya butuh
  2. Daerah tempat tinggalku maceettt sekali jadi salah satu alasan maales keluar rumah
  3. Toko plastik selalu rameee orang belanja, dan setiap 1 orang ga belanja 1 atau 2 produk aja, berdesakan, nunggu antrian, tentu ini sangat buang waktu dan tenaga, setelah pesen masih harus antri buat bayar dan nunggu packing, duuh bisa habis ber jam jam ini.
    Nah akhirnya aku minta deh nomer WA toko itu, aku suka pesen lewat WA dan aku bilang nanti di ambil jaam sekian, jadi pas aku dateng aku tinggal ambil dan bayar atau kalau emang ga ada waktu banget aku minta kirim pake ojek online, itu sangat membantu sih menurutku

Nah jadi, bisa jadi saran ya bu untuk elevator pitch nya

  • Maasalah apa yang di hadapi calon pelanggan?
    Kesulitan untuk berbelanja langsung ke toko plastik, karena waktu yang terbatas, dan harga di beberapa toko lain yang cukup tinggi

  • apa yang ibu tawarkan?
    Toko plastik dengan pilihan layanan take away, dapat membantu pelanggan untuk berbelanja kebutuhan tanpa harus repot keluar rumah dan antri yang akan membuang banyak waktu, dan juga memiliki harga yang relatif lebih murah yang akan membantu pelanggan (khususnya pelaku usaha) mendapatkan bahan baku kemasan dengan harga lebih rendah.

*happy ending calon pelanggan
Akhirnya calon pelanggan bisa dengan mudah memenuhi kebutuhan bahan baku kemasan, tanpa harus membuang waktu untuk antri di toko plastik, dan calon pelanggan khususnya pelaku usaha dapat menekan biaya cost lebih rendah karena mendapatkan kemasan yang lebih murah

Buuuu ini hanya saran dari aku yaa, semoga bisa membantu :heart:

Halo bu Rima, waah bagus banget bu ini bisnis yang di incar bgt nih menjelang lebaran :heart_eyes:
Elevator pitch nya udah sangat jelas banget buu, singkat, padat, jelas. Kalauuntuk bisnis canvas dan mpv gimana bu apakah ada kendala? Boleh bangget kita sharing disini ya buu❤

Terimakasih penjelasannya bu Mutya :pray:
Sebetulnya aku paham mengenai metode testingnya Bu, hanya saja produkku justru platformnya ini. Kalau produknya belum ada, lalu call to actionnya kemana Bu? Setelah mereka pesan (register membership), lalu maksudku apa yg mereka dapat kalau platformnya belum siap Bu?

Terima kasih penjelasan dan sarannya bu @Mutyaar.
Berikut ini saya lampirkan Bisnis Canvas saya ya bu, kalau ada yang keliru atau perlu diperbaiki silahkan disampaikan ya bu @Mutyaar dan ibu-ibu lainnya, ditunggu sekali saran untuk perbaikannya.

Jujur saya kurang paham tentang membangun MVP bu. Di materi kan dijelaskan kalau kita perlu merumuskan action2 apa yang mungkin dilakukan pelanggan lalu memberikan poin pada setiap action, betul begitu bu? lalu apakah action dan akumulasi action dihitung per pelanggan? atau bagaimana ya bu?

Kalau misal untuk toko, yang kunjungan per harinya tidak hanya 1 pelanggan, bagaimana pengukurannya ya bu? dan juga, membangun MVP ini apakah hanya dilakukan jika pada saat awal membuat bisnis? atau bisa dibuat saat ada kebijakan baru atau inovasi baru untuk bisnis tersebut?

terima kasih :two_hearts: :two_hearts: :two_hearts:

Wah bu gina menarik banget ide bisnisnya. Jadi karena ini adalah platform, nanti bekerjasama dengan perusahaan2 penyedia lapangan kerja dan brandnya itu ya bu?

Bu ini untuk bisnis canvas

Saya masih bingung untuk customer relationship yang cocok dalam bisnis saya seperti apa…

Lalu untuk kolaborasi dengan komunitas termasuk ke dalam promosi atau media Channel ya?

Cara mengukur MVP seperti apa ya bu? Ini sy masih meraba2 aja buat nya

Bu ini menarik banget, apa akan ada kurasi untuk brand2 yang mendaftar nanti nya?

Bener banget sih bu, kalau belanja ke toko plastik suka ngantri, karena yg beli nya suka timpal2an terus pegawai nya jadi ga fokus. Kalau aku minta nomer WA toko nya aja, jadi pesen dan bayar dulu, nanti tinggal di ambil. Atau pesan lewat e-commerce biar ga usah keluar rumah :v: apakah toko ibu ada e-commerce nya juga?

Iya Bu Lutfi, betul banget. Karena itu saya bingung harus mulai dari mana hehe
Kalau mau kerjasama juga kalau belum ada platformnya mereka mungkin enggan ya Bu?

Oh semoga dimudahkan ya Bu, buat usaha ibu juga

Ah Bu Rimaa :heart_eyes:
Jadi seneng deh :relaxed:
Yg pertama dilihat dari produknya sih Bu, produk harus real picture dan berkualitas baik sesuai deskripsi.
Brand juga harus yg sudah terpercaya sih bu.
Kalau brand baru mungkin hanya akan muncul di versi Beta yg mana hanya akan tampil di small group reseller.
Dari segi harga tentunya prosentase untuk reseller juga jadi pertimbangan utama Bu.

Kolaborasi masuk ke customer relationship bukan sih Bu?

Halo buu.

Sebenernya lebih praktis pakai ojek online ya bu. Tapi di daerah saya belum ada ojek online buu huhu maklum di desa.

Dan kalau kami yang sediakan layanan pesan antar, harga barangnya nanti jadi nggak terjangkau lagi bu karena kan harus hitungkan juga biaya bensin dan penambahan karyawan antarnya/ penambahan kendaraan untuk antar barang.

Jadi bingung sayanya juga, tetep dengan sistem takeaway gini yang konsumen tetep harus keluar rumah untuk ambil tapi harga tetap lebih murah, atau buat layanan pesan antar tapi harga nggak semurah yang sekarang ya.
Boleh lho ibu-ibu lain kalau mau memberi saran atau berbagi insightnya :blush: :blush:

Waah karena istilahnya sebagai “penyalur”, tantangannya pasti makin berat ya bu. Karena kita harus bisa meyakinkan brand atau perusahaan kalau “partner pekerja” kita adalah orang2 yang memang kualifikasinya bagus dan bertanggung jawab sehingga brand dan perusahaan yakin dan nyaman untuk sharing jobnya via platform kita ya bu.

Semangat bu ginaa, semoga bisa terealisasikan idenyaa. Idenya bagus banget loh bu. Saya sebagai salah satu ibu yang pengen juga kerja remote, penasaran banget juga mau nyobain platform ini hehe

1 Like