Liputan FEMPI 2021: “Membuat Iklan Digital Yang Efektif”


Hai, Ibupreneur! Setuju kah kalau saat ini kita sudah masuk ke dalam era digitalisasi dalam bisnis? Pastinya sudah banyak juga ibupreneur yang mulai beriklan mulai dari Instagram, Tiktok, Google ads, dan Facebook ads. Nah, topik Mini Bootcamp kali ini sangat pas untuk ibupreneur semua. Karena pada liputan kali ini kita akan membahas mengenai strategi marketing yang fokus untuk meningkatkan penjualan dengan iklan berbayar (paid ads).

Untuk mencapai sebuah pemasaran digital yang sukses, dibutuhkan iklan digital yang unik agak dapat di ingat oleh khalayak dan menjadi iklan yang efektif. Untuk membuat sebuah iklan digital yang efekif, kita harus dapat memahami customer journey dari konsumen untuk dapat memahami konsumen dengan lebih detail lagi dari awal hingga akhir. Lalu hal apa saja sih yang harus diperhatikan di dalam tahapan Marketing Funnel? Yuk kita cek tips dari Ibu Aulia berikut ini.

  1. Lakukan Marketing Analysis

Pada tahap ini ibu dapat melakukan analisa pemasaran dengan mempertimbangkan metriks apa saja yang mempengaruhi di dalamnya. Hal tersebut dibagi menjadi tiga funnel yaitu TOFU, MOFU, dan BOFU yang merupakan tiga metriks penting dalam melakukan Marketing Analysis. Adapun ketiga tahapan tersebut yaitu:

a. Awareness: mengenalkan brand produk untuk menjangkau orang sebanyak-banyaknya.
b. Consideration: memberikan info lebih banyak soal produk dan mengantarkan orang-orang ke Landing Page bisnis ibu.
c. Conversion: meningkatkan penjualan karena dalam tahap ini konsumen sudah memutuskan untuk membeli produk.

(Gambar 1: Marketing Analysis. Sumber: Presentasi Ibu Aulia “Membuat Iklan Digital Yang Efektif” 7 Desember 2021)

  1. Targeting Audience

Dalam melakukan targeting audience Ibupreneur dapat memulainya dengan melakukan user persona. Ibu Aulia juga menambahkan bahwa dengan melakukan user persona merupakan cara penargetan audiens yang paling sesuai dan paling cocok dengan produk yang ditawarkan.

Hal ini pun dapat juga di aplikasikan dalam proses membuat ads pada Facebook Ads. Dimana ibu dapat memecah menjadi beberapa adsset misalnya adset 1: ibu, adset 2: perempuan, adset 3: ibu dengan interest dan regional yang berbeda.

Dalam membuat adset pada sebuah campaign, ibupreneur juga dapat memecah interest, audiens baru dan lama dan juga orang-orang yang sudah berkunjung ke halaman Facebook selama 30 hari terakhir.

(Gambar 3: Campaign Facebook Ads. Sumber: Presentasi Ibu Aulia “Membuat Iklan Digital Yang Efektif” 7 Desember 2021)

  1. Content Marketing.

Menurut ibu Aulia dalam menyampaikan pesan organik, ada beberapa poin penting yang dapat diperhatikan yaitu:

a. Konten audio visual lebih menarik.

Konten dengan audio visual akan lebih banyak menghasilkan. Karena video pendek lebih menghibur sehingga orang mau membagikan konten, dan menjadi user activity.

b. Konten dengan user activity.

Hal tersebut juga berkaitan dengan pertanyaan yang disampaikan oleh ibu Maulida mengenai viewers reach yang menurun. Tanggapan yang diberikan oleh ibu Aulia mengenai hal tersebut, dapat dipengaruhi oleh konten apakah ada perbedan dari konten yang di postingan sebelumnya. Lalu ibu Aulia juga merekomendasikan bahwa untuk konten Instagram lebih bagus menggunakan Reels karena sudah menyayingi pasar Tiktok. Instagram menitik beratkan pada user activity dan akan mendapatkan exposure lebih banyak bila ada interaksi. Contohnya Ibu dapat membuat konten carousel untuk foto produk aja, lalu bedakan dengan masing-masing konten yang relevan. Karena apabila konten tidak relevan dengan produk maka tidak akan mendapatkan transaksi.

c. Konten yang authentic.

Ibu Aulia juga merekomendasikan bahwa konten yang menarik merupakan konten yang authentic. Untuk ads di Tiktok ibu tidak perlu bikin konten yang “wow”. Namun ibu cukup dengan membuat konten yang authentic karena akan lebih tinggi untuk mendapatkan exposure.

(Gambar 3: Content Authentic. Sumber: Presentasi Ibu Aulia “Membuat Iklan Digital Yang Efektif” 7 Desember 2021)

d. Pertimbangkan frekuensi konten

Hal tersebut berkaitan dengan pertanyaan ibu Feni mengenai konten sama yang diulang beberapa kali. Menurut ibu Aulia hal tersebut boleh untuk dilakukan namun sebaiknya mempertimbangkan frekuensi. Karena saat orang melihat iklan yang sama selama beberapa kali akan merasa ke-spamming dan merasa keganggu sehingga memblok akun kita. Jadi idealnya konten diganti dalam 2 bulan. Bila dirasa jenuh baiknya diganti atau dirubah target audience dengan ads yang sama.

  1. Alokasi Budget

Dalam tahapan mencoba Ibupreneur dapat mengalokasi budget ads mulai di angka IDR 700k – IDR 800k atau di angka IDR 1 juta. Lalu kemudia ibu dapat melakukan pengecekkan ads lebih berhasil di platform Google, Facebook atau Tiktok.

Untuk Google Ads Ibu dapat mengalokasi budget mulai dari IDR 300k – IDR 500k di Google, dan melakukan pengecekkan pada nilai CTR (Click Through Rate) dan berapa orang yang meng-klik untuk mengukur awareness dan impact. Selain itu budget sebaiknya harus konsisten dan ibu dapat menaikkan budget seiring dengan kenaikan revenue.

Ibu Aulia juga memberikan insight tambahan untuk para Ibupreneur yang ingin memulai paid ads marketing bahwa tidak ada ukuran nominal saat melakukan ads, karena berapapun hasilnya bergantung lagi pada tahapan mana ads ibu berada (TOFU /MOFU / BOFU). Ibu bisa memulai dari budget kecil dan berada pada kemungkinan besar apabila di tahap saat ini belum siap untuk melakukan ads, ibu dapat melakukan aktifitas digital marketing lainnya secara organik yang bisa mendatangkan revenue penjualan.

Nah, tentunya banyak sekali insight yang bisa ibu dapatkan dari mini bootcamp kali ini, dan memberikan pencerahan bagi ibupreneur yang sedang mencari informasi mengenai Membuat Iklan Digital Yang Efektif. Jangan lupa intip mini bootcamp lainnya, yang pastinya sangat bermanfaat untuk Ibupreneur. Sekian liputan dari kali ini, sampai bertemu di acara selanjutnya!

Liputan 7 Desember 2021
(Rahel Humillang T - APMI Batch 1)

3 Likes