Mengatur Keuangan Pribadi vs. Keuangan Bisnis

Bu dok @yofaramd, kita jawab pertanyaan Bu @naninda yaaa.

Pertanyaan:

Bu boleh minta rekomendasi aplikasi yang mudah dan nyaman ga untuk pencatatan keuangan bisnis kita?

Jawaban:
Bu @naninda makasi banyak pertanyaannya. Kalao saya karena usahanya berupa jasa jadi masih pakai satu aplikasi yang sama dengan keuangan pribadi, namun berbeda account rekening. account rekeningnya sendiri ada beberapa:

  1. rekening pendapatan gaji suami
  2. rekening operasional rumah
  3. rekening pendapatan usaha saya
  4. rekening tabungan

Sedangkan kalau bentuk usahanya retail dan manufaktur. Dimana kalau retail atau manufaktur membutuhkan data kode produk dan lain-lain yang lebih detail. sebaiknya pakai aplikasi pembukuan yang terpisah. Untuk memulai bisa memakai buku kas sederhana yang bisa dibeli di toko-toko buku, atau menggunakan excel (google spreadsheet). Kalau aplikasi banyak yang berbayar ada jurnal.id, zahir accounting, quicken, dll.

Note: kalau mau coba pake google spreadsheet ibu buka https://docs.google.com/spreadsheets/u/0/?ftv=1
Di situ ada banyak free template yang bisa digunakan Bu

.

Semoga membantu ya Bu.

1 Like

Alhamdulillah jawabannya lengkap ya Bu @Dian. Semoga menjawab ya Bu @suzieicus2207, Bu @dindajou, dan Bu @naninda.

Jika ada yang belum jelas, boleh diclarify ya Ibu-Ibu :hugs:

Bu @yofaramd

Bu Dian, to clarify, modal kurang seperti yang Ibu jelaskan itu berarti uangnya tidak dikembalikan lagi ke post bisnisnya? Tindak lanjutnya bagaimana Bu? Jadi maju dengan modal kurang saja kah?

Iya Bu, kalau memposisikan sebagai pengurang modal, tidak dikembalikan. Tapi nilai (aset bersih atau valuasi) usaha kita jadi bekurang ya Bu. atau kalo kita join-an sama partner, porsi kepemilikan (saham) kita jadi berkurang.

:slight_smile:

1 Like

Thank you bu @Dian… insightful diskusi nya :blush:

1 Like

Huo okay, kebayang saya.
Jadi semacam jual sharenya ya.
Okie well noted Bu :blush:

Bu dok @yofaramd, kita jawab pertanyaan Bu @herlinarahmah yaa…

Pertanyaan:

  1. Untuk menentukan budgeting kan berdasarkan target pendapatan dan penjualan ya, nah untuk menentukan target spy rasional gimana ya ?
  1. dana darurat berapa persen ya bu sebaiknya ? dan itu diambil dari mana ya bu bag dana darurat itu ?

Jawaban:

  1. Menentukan target itu kembali pada kebijakan masing-masing. Ini ibarat Goal yang mau usaha atau pribadi ibu capai. Kalau dari aku, biasanya pake metode SMART :
  • Specific (Jelas, tidak ambigu)
  • Measurable (bisa diukur)
  • Attainable (bisa dicapai)
  • Realistic (jujur pada resource dan kemampuan sendiri),
  • Timebound (jelas ada tenggat waktunya).

Contoh:
saya mau menghasilkan mendapatkan pendapatan bersih Rp 12.000.000 / tahun. di breakdown artinya Rp 1.000.000 / bulan.

Harga Pokok Produk Rp 50.000
Beban usaha Rp 25.000
Margin keuntungan Rp 40.000
Harga jual Rp 115.000 (Rp 50.000 + Rp 25.000 + Rp 40.000)

Maka untuk mendapatkan keuntungan bersih (dari margin keuntungan Rp 40.000) dan target Rp 1.000.000 / bulan, maka kita perlu menggenjot penjualan 25 pieces.

Dari deskripsi di atas, specifik targetnya mendapat keuntungan bersih Rp 1.000.000 per bulan. Bisa dicapai, ada tenggat waktunya. Jadi metode SMART nya bisa dipenuhi.

  1. Dana Darurat baik untuk pribadi dan bisnis bisa dikumpulkan secara bertahap bu.
    a. Untuk keuangan pribadi, kalo saldo dana darurat pribadi masih 0, setidaknya semua porsi tabungan dari budget bulanan bsa masuk dana darurat. Kalau dana darurat udah 30% dari ideal, bisa split 10% dana darurat dan 5% investasi jangka panjang.
    b. Untuk keuangan bisnis, kalo kita sudah mendapatkan profit, namun dengan kondisi
  • kita perlu gaji = 25% x dari pendapatan bersih
  • dana darurat bisnis = 25% x dari pendapatan bersih
  • dikembalikan menjadi modal 50% x dari pendapatan bersih.

Ini bukan rumus baku, implementasinya silahkan dikembalikan sama kebijakan Ibu dan partner usaha Ibu yaaa…

Semoga terjawab ya bu @herlinarahmah

2 Likes

Waww terjawab sekali. Sangat applicable. These numbers are what I was looking for :heart_eyes:

Tyda terasa sudah 2 jam kita bersama di sesi Live Chat malam ini dengan Bu @Dian.

Pertanyaannya bagus-bagus sekali dan dijawab dengan sangat practical oleh Bu Dian. Bisa diceki-ceki dan difollow instagram @investingmom.id untuk informasi berkala seputar finance, Buibu.

Take home message, buat saya pribadi yang fakir keilmuan finance ini, adalah:

  1. Menjadikan bisnis kita sebagai pihak lain, sehingga memang tidak bisa dicampur keuangannya dengan milik kita pribadi.
  2. Rajin mencatat cashflow dan membuat pelaporan tiap bulan agar tidak missed (jangan males dirapihkan juga dan untuk membuat pengkategorian produk dengan jelas).
  3. Setiap bisnis itu unique, mungkin ada rule of thumbnya untuk numbers yang applicable untuk poin-poin tertentu, tapi tetap dikembalikan ke bisnis itu sendiri, treatmentnya berbeda-beda.

Well noted. On top of all the knowledge, kita dapet referensi template spreadsheet yang bisa dipakai untuk budgeting pula :heart_eyes: Thanks Ibuk!

Makasi Bu Dian :revolving_hearts: Makasi Ibu-Ibu yang sudah bertanya dan menyimak. Semoga bermanfaat dan bisa langsung cus diaplikasikan ya Buu.

Good night Ibu :hugs:

2 Likes

Sama-sama bu dok @yofaramd, kapan-kapan kita colabs ya…
Makasi banyak Ibu-ibu yang sudah menyimak dan bertanya…

Makasi juga Ibu Punya Mimpi udah kasi waktu buat sharing.

Financial must be practical, yuk catat. Ingatan manusia terbatas, kemampuan kalkulasi manusia juga terbatas. Manfaatkan tools dan teknologi yang ada untuk membuat kita lebih accountable. Sering kali keputusan finansial didasari sama emosi dan perasaaan, tapi kalo udah liat angka dan data, kita bisa lebih rasional.

Buat ibu-ibu yang terus semangat berbisnis, yuk kita create value dan solusi. Kalau ide, usaha, dan kreatifitas kita sudah memberikan value kepada pelanggan, uang akan mengikuti, keberkahan akan mengiringi. Amiiin…

Makasi ya Buibu

Salam Cuan

7 Likes