Minim sampah, Mulai Zero Waste dari rumah

Minim sampah, mulai Zero Waste dari rumah

Aktifitas manusia sangat beragam setiap harinya. Gaya hidup modern mendorong manusia untuk terus membutuhkan banyak barang. Hal ini dipicu dengan banyaknya iklan-iklan sebagai strategi marketing dari produk tertentu membuat para konsumen seperti kita ini tertarik untuk membeli. Dari produk makanan, skincare, elektronik dan masih banyak lagi.

Seiring bertambahnya kebutuhan maka bertambah pula barang yang dibeli. Namun kita tidak sadar dengan membeli barang maka jelas akan menghasilkan sampah. |624.0x273.0

Dilansir dari Badan Pusat Statistik bahwa per 2019 rumah tangga yang ada di Indonesia mencapai 68 juta rumah tangga. Dari jumlah sebanyak itu tentu penghitungan jumlah sampah menjadi banyak pula. Dan tahukah bu bahwa penyumbang sampah terbesar adalah sampah rumah tangga?

Nah, sebagai tolak ukur berapa banyak sampah yang dihasilkan dari kebutuhan rumah tangga ibu, ibu bisa melihat dari sampah yang dibuang setiap harinya.

Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLKH) mencatat bahwa sampah rumah tangga menempati urutan pertama setelah sektor perniagaan dan sektor pasar dalam skala sampah nasional.

|624.0x351.0

Hal ini tentunya menjadi perhatian dan perlu tindakan nyata untuk mengatasinya. Sampah perlu dikelola dengan tepat sehingga sampah tidak hanya berhenti di TPA tapi bisa didaur ulang dengan cara memilah sampah. Selain itu kita perlu mengubah mindset dengan menerapkan Zero Waste sebagai gaya hidup kita. Dengan lingkup kecil seperti rumah tangga, 2 hal di atas bisa mulai dilakukan. Dan di sini peran ibu sangatlah penting sebagai orang yang berhubungan langsung dengan sampah rumah tangga.

Zero Waste atau artinya bebas sampah. Gaya hidup ini bertujuan mendorong kita untuk bijak dalam mengkonsumsi dan memaksimalkan sumber daya sehingga produk bisa digunakan kembali. Gaya hidup ini juga menjauhi penggunaan single use plastic /produk sekali pakai sehingga sampah yang dihasilkan berkurang.p0

Pada dasarnya ada 5 prinsip gaya hidup Zero Waste atau sering disebut 5R yaitu :

  1. Refuse

Menolak barang yang tidak diperlukan seperti penggunaan kantong plastik saat berbelanja.

  1. Reduce

Mengurangi produk yang tidak diperlukan hingga mengurangi timbuman sampah dari produk tersebut, seperti kertas, dus makanan, dll

  1. Reuse

Menggunakan kembali barang yang sudah dipakai seperti thumbler.

  1. Recycle

Mendaur ulang sampah agar dijadikan barang yang berguna seperti sumpit menjadi tatakan gelas,dll

  1. Rot

Membusukkan sampah organik menjadi pupuk kompos.

Sebagai ibu yang mengatur segala kebutuhan rumah tangga, bisa memulai menerapkan prinsip di atas dengan langkah kecil seperti :

  • Memisahkan sampah organik dan non organik.

Sampah organik bisa dijadikan pupuk sedang non organik bisa didaur ulang. Rekosistem bisa membantu ibu menampung sampah non organik agar bisa didaur ulang.

  • Mengumpulkan minyak bekas untuk diolah kembali.

tukr.co,id. bisa membeli minyak bekas pakai/jelantah ibu di rumah.

  • Membawa tas belanja sendiri
  • Menbawa tumbler dan kotak makan sendiri jika memesan makanan atau minuman
  • Menjauhi gaya hidup konsumtif

Kadang kebutuhan dan keinginan itu beda tipis ya bu? Apalagi kalau sudah mengacu pada trend dan gengsi. Yang harusnya niat beli cuma 1 jadi berlebih.

  • Berpikir sebelum membeli

Nah ini penting juga bu, kadang kita membeli tanpa berpikir kegunaannya. Lihat barang murah langsung beli. Mumpung diskon, mumpung promo yang akhirnya menumpuk di lemari.

|624.0x351.0

Meskipun banyak yang beranggapan bahwa tidak mungkin tidak menghasilkan sampah. Tapi paling tidak Zero Waste menjadi salah satu usaha dan proses untuk meminimalisir penumpukan limbah atau sampah sehingga meminimalkan dampak negatif terhadap lingkungan.

Menerapkan gaya hidup zero waste selain membantu menangani masalah pemanasan global juga bisa untuk menghemat pengeluaran dan meningkatkan kesehatan.

Jadi, gimana? Mau mulai gaya hidup zero waste?