Stay At Home Mom Goes To LinkedIn

:princess: :breast_feeding: :pregnant_woman: :woman_with_headscarf:

LinkedIn… Ooh… LinkedIn…

Ketika mengikuti beberapa program entrepreneurship biasanya calon peserta akan diminta beberapa data. Nah, ada salah satu hal yang bikin saya suka jadi urung mengisi, yaitu ketika mesti memberikan link LinkedIn. Ibupreneur ada yang punya pengalaman seperti ini juga kah?

Di dunia LinkedIn tuh saya suka merasa rendah diri, mungkin karena halaman yang tampak lowong, sangat berbeda dibandingkan barisan kata penuh pencapaian profesional milik teman-teman yang lain :woman_scientist:t3:. Walau sempat bekerja selama lima tahun sebelum memutuskan menjadi Ibu Rumah Tangga karena pekerjaan suami yang suka berpindah-pindah, kemudian memulai kesibukan sebagai freelancer disana sini dan volunteer di komunitas, tapi tetap saja gap di LinkedIn ku begitu kentara.

Seringkali saya merasa “I’m just a stay at home mother”, perhatikan penggunaan kata “JUST” yah buibu. Padahal kalau mau di list KPI (Key Performance Indicator) seorang Ibu Rumah Tangga itu buanyak banget. Jam beraktivitasnya pun melewati waktu kerja 8 to 5, dan menangani berbagai tugas lintas divisi (ciee, serabutan gitu maksudnya). Tapi tetap saja, kamu tidak bisa mencantumkannya di resume profesionalmu.

Untungnya baru-baru ini Linked In mengumumkan inisiatif mereka untuk menambah job titles yang bisa dipilih, termasuk stay-at-home mom, sebagai opsi menjelaskan gap dalam resume profesional Ibu.

Perubahan ini memang kecil, tapi menjadi awal yang baik untuk memberikan pengakuan terhadap pekerjaan Ibu, bahkan memberikan peluang lebih baik bagi Ibu yang ingin kembali ke dunia kerja setelah mengambil hiatus beberapa tahun.

Walaupun saya tidak berencana kembali ke dunia korporasi, tapi tersedianya opsi ini menjadi angin segar dan mendorong saya untuk terus melakukan update terhadap resume saya. Semacam journaling tentang hal yang lebih serius, dan mencatat berbagai kesempatan seperti training, bootcamp dan aktivitas volunteer kita sebagai Ibupreneur. Menarik deh jika bisa melihat rekam jejak kita ke belakang, bagaiamana progress kita bertumbuh dalam meningkatkan kemampuan taktis dan memperkuat karakter kita agar semakin matang.

Jadi, kini jangan ragu untuk mulai ber-LinkedIn siapa tau bisa membuka peluang dan teman baru disana. Platform ini juga bisa menjadi sarana yang bagus dalam membangun personal branding Ibupreneur.

Yuk, saling terhubung di LinkedIn :princess:t3: :star2:

2 Likes