Stop meremehkan kemampuan anak! Kisah Taare Zaamen Par bikin orang tua lebih bijak menyikapi anak

Summary Film
Mungkin bunsis ngga banyak yang suka ya sama film Bollywood? Eiitsss, tunggu dulu bun. Film satu ini menyajikan genre berbeda yang sarat akan makna parenting. Perlu siapin tisu bun karena kisahnya mengandung bawang yaitu tentang sosok anak umur 8 tahun penderita disleksia. Tahu kan? Gangguan yang dialami seseorang dalam membaca, menulis ataupun mengeja.
Yup, Ishaan, tokoh utama dalam film ini memiliki karakter yang berbanding terbalik dari kakaknya, seorang goal achiever yang menuai pujian dari guru-gurunya. Sementara, Ishaan selalu dianggap biang onar oleh teman dan gurunya sehingga dia selalu merasa menjadi outsider di lingkungannya. Kesulitan dalam berlajar yang ia alami di sekolah, membuatnya tidak menikmati kegiatan belajar mengajar. Hal itu berdampak pada nilai yang ia peroleh di setiap mata pelajaran. Tak jarang orang tuanya sering dipanggil ke sekolah karena laporan negatif tentang sikap dan nilai akademis Ishaan di sekolah. Ketika semua orang memojokkan dirinya, orang tuanya mengirim Ishaan bersekolah di asrama.
Justru di sinilah titik balik kehidupan Ishaan semenjak bertemu dengan seorang guru seni bernama Nikumbh. Nikumbh berpandangan berbeda tentang Ishaan. Menurutnya, Ishaan merupakan anak yang istimewa dengan kecerdasan di atas rata-rata, terbukti dengan bakat seni melukisnya dan imaginasinya yang dituangkan dalam kapal mainan rakitannya. Lambat laun Nikumbh mampu mengakrabkan diri dengan Ishaan dan mampu mengatasi disleksia Ishaan dengan cara yang unik dan menarik. Semenjak saat itu nilai pelajaran Ishaan di sekolah perlahan-lahan membaik. Kedua orang tua Ishaan pun bangga dengan pencapaian anaknya.

Alasan kenapa bunsist wajib nonton film ini
Film ini layak tonton banget deh bunsist. Apalagi bagi yang sudah punya anak. Moral value yang bisa dipetik dari film ini dapat mengubah cara pandang kita tentang setiap anak. Dan tentunya mengubah pola asuh kita ke depannya.
Dibintangi oleh sutradara sekaligus produsernya sendiri, yaitu Aamir Khan, film ini sukses meraih banyak penghargaan, di antaranya filmfare awards, star screen awards, V. Shantaram Awards, Zee Cine Award. Pastinya bukan film sembarangan dong yang bisa menyabet penghargaan sebanyak itu.

Pelajaran apasih yang bisa kita petik dari film yang artinya stars on earth ini?

  1. Setiap anak terlahir istimewa dengan bakat terpendam yang dimiliki.
    Kebanyakan dari orang tua dan guru, menganggap anak yang berprestasi secara akademik lah yang patut untuk dibanggakan. Sedangkan mereka dengan skor rendah seringkali diremehkan bahkan dianggap bodoh. Kenyataannya kitalah yang mempersempit makna cerdas. Cerdas tidak melulu dikaitkan dengan kecakapan logika. Ishaan sendiri memiliki kecerdasan spasial-visual yang mengandalkan imaginasi tinggi serta mampu memvisualisasikannya dalam bentuk karya lukisan. So, jangan berkecil hati ya bunsist, apabila anak kita tidak berbakat di satu sisi, mungkin bakatnya terpendam dalam bentuk lainnya. Tugas kita sebagai orang tua adalah menggali hingga menemukan di mana bakat anak kita dan mengasahnya hingga mereka benar-benar menjadi expert di bidangnya.
  2. Dukungan orang tua sangat penting dalam membentuk masa depan anak.
    Kembali lagi ya bun, keluarga merupakan lingkungan terdekat bagi anak untuk menumpahkan semuanya. Mampu memberikan rasa aman dan nyaman meskipun kita sendiri belum memahami anak kita. Kita kesampingkan emosi negatif kita saat berhadapan dengan anak. Bayangkan bunsist, yang dialami Ishaan di luar rumah merupakan bentuk tekanan batin karena stigma negatif yang dilayangkan kepada dirinya oleh lingkungan sekolahnya. Di rumah, stigma itu tidak terpatahkan, justru semakin bertambah bebannya. Ishaan merasa tidak mempunyai tempat untuk dirinya berbagi cerita dan menumpahkan perasaannya. Dia merasakan kesendirian dalam keramaian karena tidak ada yang memahami dirinya. Berbeda dengan keluarga yang lebih open-minded terhadap apa yang dialami oleh anaknya. Tidak terburu-buru menghakimi anak, apabila mendapatkan laporan negatif tentang anaknya. Anak akan menjadi lebih percaya kepada orang tuanya dan merasa mendapatkan dukungan positif. Inilah yang akan menjadi motivasi bagi anak untuk terus berkembang menjadi lebih baik, tidak peduli lingkungan sekitar berkata apa tentang dirinya, asalkan keluarga selalu berada di pihaknya, maka dia akan lebih percaya diri menatap masa depan.
  3. Menggunakan sudut pandang berbeda untuk anak inklusi
    Dalam kisah Ishaan yang memiliki gangguan disleksia, tentunya tidak semua orang tua “melek” akan inklusifitas semacam ini. Alih-alih mengenali anaknya mengidap gangguan tertentu, orang tua Ishaan justru beranggapan anaknya itu pembangkang dan sulit diatur. Memang diperlukan kesabaran ekstra untuk menghadapi anak dengan inklusifitas. Hal yang cenderung tampak negatif di mata kita, ternyata bisa ditangkap positif apabila dipandang dari sudut yang berbeda. Begitupun yang dialami oleh Ishaan, saat dirinya tidak tahu cara mengekspresikan imaginasinya dalam bentuk visual. Imaginasi yang ia ikuti selalu berakhir bencana bagi orang lain. Namun, Nikumbh gurunya menggunakan kacamata yang berbeda dalam menyikapi Ishaan sehingga kejeniusan Ishaan dapat diarahkan dengan baik dan dituangkan dalam bentuk karya.
  4. Wajib menjaga perasaan anak
    Anak sering dikambinghitamkan atas semua permasalahan, akan merasa terkucilkan dan merasa eksistensinya tidak diharapkan oleh siapapun, meskipun tampak cuek dari luar. Ishaan, anak kecil nan polos, sempat terpikirkan untuk bunuh diri dikarenakan tekanan yang dirasakan dari lingkungan sekitarnya. Tidak ada satupun yang membela dirinya ketika ada dalam keadaan terhimpit. Hingga suatu ketika Pak Nikumbh hadir dan membantu dirinya menemukan kembali rasa percaya dirinya.

Dengan moral values yang seabrek dari film ini, semoga bunsist bisa mengambil pembelajaran tentang sikap kita sebagai orang tua terhadap anak. Sebab menjadi orang tua bijak merupakan kunci bagi anak meraih kesuksesannya. So, tunggu apalagi, tonton film nya yaa.

5 Likes