Mini Challenge Workshop Mimpi Ibu "Jadi Ibu Content Creator, Buka Banyak Peluang di Era Digital"

Halo Bu Ibu

Selamat Datang Di Workshop Mimpi Ibu "Jadi Ibu Content Creator, Buka Banyak Peluang di Era Digital"

Berikut adalah thread untuk Ibu posting mini challenge sesi "Menjadi Ibu Content Creator yang Orisinil"

Adapun ketentuannya adalah sebagai berikut:

  1. Periode mini Challenge dari tanggal 28 Maret-1 April 2022
  2. Posting tentang "Menceritakan WHY dan Niche yang Ibu pilih" di thread ini
  3. Posting teaser tulisan ke IG Story disertai link thread challenge RUMII dan simpan di Highlight dengan keyword “MIA”
  4. IG Peserta dibuat tidak private hingga pengumuman pemenang (21 April 2022)
  5. Keputusan panitia bersifat final dan tidak dapat diganggu gugat

Selamat belajar di Workshop Mimpi Ibu :smiling_face_with_three_hearts:

10 Likes

Whiiiiii excited :sparkling_heart: ga sabar buat ikutan buuuu :smiling_face_with_three_hearts:

2 Likes

WHY?
Mengedukasi perempuan untuk persiapan fisik dan mental saat persiapan sebelum hamil ,menjalani kehamilan dengan nyaman ,melalui proses persalinan dg tenang,penanganan bayi baru lahir,serta mampu menstimulasi tumbuh kembang anak…

Niche ? Perempuan yg sdh menikah.

8 Likes

Hai Buuu @Yunitaa , terima kasih sudah berpartisipasi di Challenge ini.
Semoga bisa terlaksana ya bu, konsisten bikin konten seputar support di masa kehamilan :sparkling_heart:

5 Likes

Amin… trimkasih …msh tahap belajar .:face_with_hand_over_mouth:

3 Likes

Halo bu ibu, aku mau share strong why dan niche yang akhirnya aku dapatkan dari hasil belajar di hari pertama dengan Ibu Mila. Sebelumnya jujur masih bingung strong why aku ini apa, ternyata dari hasil belajar kemarin aku sepertinya sadar ini strong why nya :wink:

Strong why?

Karena aku dari kecil sudah diajarkan bagaimana untuk mengelola uang, budgeting agar hemat, jangan lupa saving, ini menjadikan aku pribadi yang cukup bisa mengatur keuangan, aku sadar ini karena orang tua, suami bahkan teman sering sekali bilang kalo aku pinter kelola uang pdhl background pun bukan ekonomi tapi memang ternyata aku suka mengelola keungan ini sampai aku sering ikut webinar dan course tentang keuangan.

Nah terlebih sekarang sudah jadi Ibu Rumah Tangga sekaligus manager Keuangan Keluarga, rasanya tanggung jawab mengelola keuangan menjadi sangat penting untuk ibu ibu di luar sana yang menjadi manager keuangan keluarga. Kadang ga jarang banyak ibu yang di “cap” boros, ataupun mereka ga bisa sisihkan uang untuk dana darurat sekalipun. Jadi aku ingin sekali sharing dan berkarya lewat media sosial bagaimana aku bisa memanfaatkan uang bulanan dari suami agar cukup bahkan aku masih bisa menghasilkan uang walau di rumah aja.
Salah satu caranya aku suka share promo promo terutama promo groceries or home appliance yang related dengan ibu-ibu, bahkan tidak jarang aku share juga promo hotel pesawat siapa tau ada ibu dan keluarga yang butuh untuk refreshing dari hiruk pikuk sehari hari, dengan sharing promo setidaknya ibu bisa memanfaatkan jatah bulanan dengan baik. Akupun ga lupa sharing cara budgeting bulanan untuk sisihkan dana darurat bahkan investasi bahkan aku share peluang peluang untuk ibu agar bisa tetap menghasilkan uang walau di rumah aja karena jaman digital begini sesungguhnya memudahkan kita buat kerja bisa dari mana aja, relate dengan judul workshop mimpi ibu ini bahwa banyak peluang loooh di era digital ini hehe

Jadi memang strong why aku, ingin membuat para ibu bisa mengelola keuangan yang diberikan suaminya, bahkan lebih baik lagi jika mereka bisa menghasilkan uang dari rumah dan bisa sisihkan untuk investasi. Tentunya semua ibu punya kesempatan yang sama, biar hanya di rumah aja mereka bisa terus berkarya dan belajar dari mana aja.

Niche yang aku pilih yaitu Motherhood dan Lifestyle.

Semoga bisa konsisten sharing hal bermanfaat untuk ibu ibu khususnya yang follow media sosial aku hehe

Mungkin kalau ada masukan boleh banget yaa, terimakasih bu ibu :smiling_face_with_three_hearts:

8 Likes

Bu @tamiradimyati terima kasih sudah posting :innocent: :smiling_face_with_three_hearts:
Mauuu banget jadi ibu yg melek finansial. Ditunggu ya bu posting kontennya !

5 Likes

Bismillah, halo para Ibu izin share hasil merenung ya hehe (Bisa dilihat di gambar di bawah ini)
Selain yang tertera pada gambar, izin menambahkan beberapa hal:

  1. WHY? Kenapa sih ingin jd konten kreator? yang pertama mulai dari saya sadar di ruang digital ini banyak sekali jenis konten, tidak terkecuali konten negatif, lalu apa yg akan kita sebagai ibu lakukan? ambil peran menjadi produsen konten positif. Yang kedua, sharing menjadi metode belajar untuk saya pribadi, learning by sharing.
  2. NICHE: adalah para Ibu, Ibu rumah tangga, dan Ibu Pembelajar. Lebih detailnya adalah para ibu yang sering juga merasa tidak berdaya, sama seperti yang saya alami dulu, ketika resign kerja karena menikah dan jadi IRT rasanya ga berdaya, hingga akhirnya sekarang alhamdulillah bisa menemukan percaya diri itu kembali. Konten yang akan disajikan juga berhubungan dengan saya yang aktif di komunitas, sedang menuntut ilmu kembali.
    .
    Tetap semangat semua Ibu!!
    .
6 Likes

Halo teman teman sesama ibu… Sebelumnya perkenalkan, saya Rizka, asli Surabaya dan sekarang tinggal di Pasuruan. Hidup bertiga dengan suami dan baby boy 6 bulan. Alhamdulillah dari workshop bersama Ibu Mila aku bisa menemukan dan semakin yakin why dan niche ku untuk mempermudah membuat konten berikutnya

Sebagai orang yang baru menikah, hamil, melahirkan dengan waktu yang hampir tanpa jeda tentunya aku mengalami banyak perubahan dan berhadapan dengan hal2 baru yang begitu drastis secara bersamaan. Keinginanku untuk punya target tertentu saat menikah sudah ada sejak masa kuliah, salah satunya diantaranya belajar parenting dan berumah tangga. Bukan untuk menghindari masalah, tetapi agar ketika masalah datang setidaknya aku bisa mengatasinya. Aku bukan ahli tapi aku suka ikut webinar, kuliah wa, kursus online, dsb. Dari sini memang sangat membantu, karena aku jarang baca buku dan lebih mudah mendapat informasi baru dengan cara tersebut

Disisi lain aku juga punya beberapa riwayat kesehatan yang pernah membuat diri insecure dan tertutup bahkan dengan orang tua sendiri. Atas ijin Allah aku bisa melewatinya hari demi hari secara konsisten walau tidak mudah. Bahkan saat ini aku juga lagi berjuang dengan eczema karena sebagai ibu baru stresnya luar biasa dan berpengaruh ke kondisi tubuh. Hal semacam ini pernah aku share di instagram, karena siapa tau ada teman yg mengalami hal serupa tapi malu dan memilih menyembunyikan. Aku juga pemakai skincare sejak kecil karena kondisi kulit yg suka ada ada aja dan akhir2 ini suka update story setiap punya skincare baru dan bagaimana reaksinya

Jadi untuk kedepannya nanti niche aku seputar stay at home mom khususnya new mom dan skincare karena aku sangat yakin banyak followerku yg sefrekuensi dengan kondisiku. Aku membuktikannya sendiri ada teman yg ternyata diam2 kepo dengan suatu akun di ig dengan hal yg pernah aku share. Disinilah kesempatanku untuk berbagi. Ga ada masalah teman2 sebayaku ada yg duluan menikah dan anaknya udah lebih dari satu. Perkembangan jaman juga akan mempengaruhi informasi terbaru

Bismillah semoga bisa konsisten ngonten supaya bisa sharing2. Mohon doa, saling memberi semangat dan dukungannya yah bu ibu…

4 Likes

Wiiiiiii nice idea bu @KarintaUtami , bahkan udah ada list # yang mau dipakai loh :+1:
Karikaturnya juga gemaaas

1 Like

Wah akupun relate nih mom @Ryzkak. Sejak jadi ibu dan dgn banyaknya peran, sering kelupaan mikirin skincare :persevere:
Ditunggu kontennya bu !

1 Like

Strong Why

  1. Mengembangkan kemampuan/talenta dan kesempatan/waktu yg telah diberikan Tuhan kepada saya, untuk berbagi/sharing hal berguna utk orang lain, melalui social media.

  2. Create legacy dengan menjadi ibu yang memberikan kasih sayang sepenuhnya untuk anak, dengan quality time (walaupun working mom) dan mengcapture our good memories lewat social media.

Niche

  1. Keseharian ibu bekerja/working mom yang mengasuh dan membesarkan anak dengan optimal

  2. Quality time baby with mommy and daddy

Target : working mom, ibu rumah tangga, para ayah dan calon ibu❤️

4 Likes

Thank you bu vetty @calmswan, aku suka nih kata-katanya yg ‘create legacy’. Maknanya dalem loh iniiii :sparkling_heart:

2 Likes

Strong Why :

  1. Mengaktualisasikan diri dengan belajar menjadi content creator yang bisa memberi tips, trik, inspirasi dan konten yang menghibur dengan tetap menjadi diri sendiri :heart:
  2. Upgrade communication skill, tdk hanya komunikasi verbalnya tapi juga bisa meningkatkan komunikasi melalui visual (video/foto) dan tulisan (menulis caption).
  3. Ingin menjadikan sosmed menjadi sumber pendapatan tambahan. (Berupa endorsement atau mendapat peluang bisnis jasa seperti MUA/MC/Host) :sparkles:

Niche yang dipilih:

MakeUp and Beauty
khususnya untuk para wanita yang belum mahir bermakeup dan mencari rekomendasi produk makeup :lipstick:

ibu2 kita follow2an instagram yuk, barangkali kita bisa collab bikin konten bareng :wink:

Instagram :
yuliana.balqis

5 Likes

HALOO BUIBUUU :sparkles:

Seneng banget akutu, tiap ikutan kelas IPM suka banyak ketemu temen baru yang tentunya pada kece dan menginsirasi akuuuu. Salam kenal yaa Buu :heart: aku Andaruni (IG: @andarunitrina) biasanya dipanggi Bu Uni di sini (di IPM). Aku udah suka ikutan kelas IPM sejak Oktober 2020 kalo ga salah, aku juga salah satu penerima beasiswa IPM batch 4. Btw aku ini mojang bandung ya, bukan orang padang, Uni itu dari andarUNI bukan uni as teteh :grin: (maaf intermezzo dulu).

Kalau dari menjawab pertanyaan “apa yang bikin bangkit ketika ingin berhenti” , yang kuingat adalah momen ketika aku kembali online setelah terpaksa vakum berkarya & off socmed kemarin ini. Saat itu (kembalinya aku ke instagram) ternyata beberapa followers (yang bahkan beliau hanyalah teman online, tidak ada kedekatan personal) menyadari keabsenan aku dan menyapaku untuk menyemangati dan bilang kalau ia menunggu aku berkarya lagi :sob: itulah hal yang awalnya aku rasa sangat membuat aku terpacu untuk kembali berkarya , karena ternyata ada mereka yang menunggu sharing dan karyaku. Sudah ada bukti bahwa hasil dari kontenku at least bermanfaat untuk segelintir orang.

Namun hal itu adalah faktor eksternal . Aku pikir jika kita mau alasan yang benar-benar kuat (strong why) harusnya datangnya dari dalam diri kita (faktor internal) agar kita tidak bergantung pada orang lain dalam berkarya.

Pemikiranku ini juga dikuatkan oleh Bu Mila yang ketika aku bertanya tentang apakah why-nya boleh dari faktor external? Bu Mila mengencourage untuk menggali lagi strong why yang sebenarnya muncul dari dalam diri kita. Ternyata setelah aku mengingat kembali, saat sedang vakum pun aku tetap mendokumentasikan hal-hal (yang at least menurutku) menarik yang biasanya kemudian aku up menjadi konten, namun memang hanya tersimpan di memori hp saja, tidak (belum) aku olah untuk menjadi konten yang proper. Dan setelah bercermin kembali pun memang sudah sejak 2015 saat aku mulai membuat konten review itu adalah karena kesenangan & keinginanku untuk support bisnis teman dan bangga saat menggunakan produk lokal. Hal yang sama juga saat aku berbagi cerita mengenai motherhood journeyku, tujuanku selain curcol, juga adalah untuk membagikan pengalamanku yang mungkin somehow bisa mencerahkan atau bahkan bermanfaat bagi ibu atau orangtua lain di luar sana yang sedang mengalami hal yang serupa denganku, atau setidaknya membuat kita merasa ada teman senasib sepenanggungan. Intinya, sama seperti Ibu Mila, aku ingin karyaku bisa menjadi amalan ilmu yang bermanfaat , dan aku akan mengikuti jejak Bu Mila untuk berdoa agar Allah selalu meluruskan niatku untuk berbagi ini.

Niche yang kupilih adalah Motherhood Lifestyle , specifically Ibu-Ibu yang berusaha berdaya dari rumah .

Ibu-ibu yang riweuh sama urusan domestik tapi tetap ingin belajar dan berkarya, dan tetap berusaha tampil cantik dengan skincare dan makeup lokal meski di rumah aja dengan segala keriweuhannya. Aku juga ingin tetap menampilkan citra diriku yang sudah sejak 2010 punya hobby fotografi dan hopefully kedepannya bisa sharing tentang gimana cara Ibu-ibu riweuh di rumah kalo motret biar tetep keliatan (lumayan) kece. And last but not least, aku juga ingin mendokumentasikan prosesku yang saat ini sedang belajar untuk hidup lebih berkesadaran terutama akan dampak terhadap lingkungan, dan juga ingin mendapatkan insight dari teman-teman onlineku karena kalau kita berbagi, kita akan tau siapa yang sefrekuensi dan jadi bisa punya teman diskusi.

Bismillah… semangattt buibuuu. #IBUPASTIBISA

5 Likes

Strong why
Kenapa menjadi konten kreator?
Karena sekarang era digital tidak
membatasi siapapun untuk berkarya di media sosial, termasuk seorang Ibu Rumah Tangga sekalipun. Membuat konten bagi seorang ibu bukan hanya ajang curhat sama pamer aja, ibu juga bisa sharing apapun sesuai dengan Niche masing-masing. Dan manfaat yg sampai saat ini saya bisa rasakan menjadi konten kreator adalah
.

  1. Berbagi (sharing) pengalaman ataupun pengetahuan
    Dengan kita membagikan postingan, maka tidak sengaja kita sudah berbagi hal apapun kepada netizen di media sosial. Termasuk saya, sangat suka sekali berbagi postingan ataupun konten yang sesekali dpt menghibur, berbagi mengenai keseharian sebagai ibu yang mengurus suami, anak-anak dan rumah, berbagi pengalaman ataupun keahlian (seperti berbagi resep masakan), Jalan-jalan ataupun kulineran bersama keluarga kecil saya
    .
  2. Melatih kreativitas sebagai konten kreator
    Kalau dulu posting di sosial tinggal posting2 gambar saja untuk mengabadikan momen saya sendiri ataupun bersama keluarga dengan caption dan copywriting sederhana aja, tetapi sekarang saya mulai belajar agar apa yang saya bagikan di sosial media itu pelan-pelan menjadi postingan yang memiliki “isi” (berbobot, menghibur dan mengedukasi) dan juga belajar untuk editing video agar visual postingan saya menarik di tonton
    .
  3. Menghasilkan “cuan”
    Walaupun jadi ibu yang kerja nya dirumah saja, Mengurus suami, anak dan dirumah maka tidak dipungkiri Saya diliputi kejenuhan. Maka dari situ Saya mulai cari kegiatan dan mulai berkarya dan sebisa mungkin menghasilkan “cuan” dari rumah. Untuk itu, saya memilih belajar menjadi konten kreator, karena bagi saya konten kreator bisa fleksibel untuk saya sebagai ibu yang mengurus anak, suami dirumah. Saya yakin, jika saya berusaha konsisten menjadi konten kreator dan terus mengasah kemampuan, saya dapat secara profesional sebagai konten kreator yang bekerja sama dengan berbagai Brand (Aamiin)
    .
    Niche
    Ibu Rumah Tangga
    Lebih spesifik nya keseharian dan kegiatan ibu rumah tangga yang mengurus anak, suami, dan usaha yang sedang dirintis
    .

-Rani Widiowati-

4 Likes

Strong why
Kenapa menjadi konten kreator?
Karena sekarang era digital tidak
membatasi siapapun untuk berkarya di media sosial, termasuk seorang Ibu Rumah Tangga sekalipun. Membuat konten bagi seorang ibu bukan hanya ajang curhat sama pamer aja, ibu juga bisa sharing apapun sesuai dengan Niche masing-masing. Dan manfaat yg sampai saat ini saya bisa rasakan menjadi konten kreator adalah
.

  1. Berbagi (sharing) pengalaman ataupun pengetahuan
    Dengan kita membagikan postingan, maka tidak sengaja kita sudah berbagi hal apapun kepada netizen di media sosial. Termasuk saya, sangat suka sekali berbagi postingan ataupun konten yang sesekali dpt menghibur, berbagi mengenai keseharian sebagai ibu yang mengurus suami, anak-anak dan rumah, berbagi pengalaman ataupun keahlian (seperti berbagi resep masakan), Jalan-jalan ataupun kulineran bersama keluarga kecil saya
    .
  2. Melatih kreativitas sebagai konten kreator
    Kalau dulu posting di sosial tinggal posting2 gambar saja untuk mengabadikan momen saya sendiri ataupun bersama keluarga dengan caption dan copywriting sederhana aja, tetapi sekarang saya mulai belajar agar apa yang saya bagikan di sosial media itu pelan-pelan menjadi postingan yang memiliki “isi” (berbobot, menghibur dan mengedukasi) dan juga belajar untuk editing video agar visual postingan saya menarik di tonton
    .
  3. Menghasilkan “cuan”
    Walaupun jadi ibu yang kerja nya dirumah saja, Mengurus suami, anak dan dirumah maka tidak dipungkiri Saya diliputi kejenuhan. Maka dari situ Saya mulai cari kegiatan dan mulai berkarya dan sebisa mungkin menghasilkan “cuan” dari rumah. Untuk itu, saya memilih belajar menjadi konten kreator, karena bagi saya konten kreator bisa fleksibel untuk saya sebagai ibu yang mengurus anak, suami dirumah. Saya yakin, jika saya berusaha konsisten menjadi konten kreator dan terus mengasah kemampuan, saya dapat secara profesional sebagai konten kreator yang bekerja sama dengan berbagai Brand (Aamiin)
    .
    Niche
    Ibu Rumah Tangga
    Lebih spesifik nya keseharian dan kegiatan ibu rumah tangga yang mengurus anak, suami, dan usaha yang sedang dirintis
    .

-Rani Widiowati-

5 Likes

Haloo ibu2 semua. Seneng bgt rasanya akhirnya seperti menemukan energi yang sama dengan kalian semua. Aku banyak belajar di ibupunyamimpi. Aku sedang menata diriku kembali, mengumpulkan kepingan2 semangat untuk berkarya kembali dan me-reset diriku untuk menjadi diriku yang baru.

Apa yang menjadi strong WHY ku?

Karena aku ingin memulai kembali apa yang sudah menjadi kesukaanku, sekaligus hal baru seperti menjadi content creator yang secara tidak langsung mensupport hobby serta mengasah kreatifitasku. Karena aku sekarang sedang suka edit2 video juga☺️. Saat ini aku juga mulai kembali fokus pada bisnis ku selain juga sedang semangat belajar hal baru mengenai dunia parenting montessori, jadi aku bisa buatkan konten video ketika praktek dengan anak ku sembari menjadi pengingat untukku sendiri. Inti Why terkuat ku yaitu Ingin menjadi ibu rumah tangga yang berdaya kembali dan bermanfaat dengan saling sharing informasi di platform digital. Bonus nya jadi nambah banyak teman, dan mendatangkan stream cuan cuan yang lainya hihi☺️

Niche ku:

Stay at home mom seputar kegiatan seharihari, dunia parenting anak, dan ibupreneur.

Terimakasih ibupunyamimpi. Semoga bisa terlaksana dengan baik walaupun pelan pelan yah✨

4 Likes

Why oh why

Tahun 2019, aku didiagnosa mengalami depresi mayor, semenjak itu aku sering speak up di sosial media. Naik turunnya menghadapi depresi, aku ceritakan apa adanya. Beberapa teman yang mengalami hal yang sama, kadang curhat melalui DM tentang apa yang mereka rasakan.

Sedih karena mereka sebagian besar tidak mendapatkan dukungan dari orang di sekitar. Aku masih beruntung karena memiliki anak, suami (perlahan mulai paham) dan adik-adik yang mendukung. Biarpun begitu dukungan sebenarnya yang utama adalah dari diri sendiri.

Orang yang mengalami depresi terutama para ibu, kondisinya akan berbahaya di saat merasa sendiri dan tidak ada seorang yang peduli. Itulah kenapa aku belajar menjadi conten creator. Aku ingin survivor depresi di luar sana tidak merasa sendiri, begitupun sebaliknya.

Alasan kedua adalah fakta yang ku terima bahwa depresiku tidak bisa sembuh tapi bisa kambuh. Membuatku ingin berbagi tips dan trik menghadapi depresi. Ibarat sakit Diabetes turunan, tidak bisa sembuh tetapi menjaga pola sehat, mengurangi gula, olahraga, dan sebagainya.
Begitupun depresi, ada beberapa latihan dan terapi yang dilakukan secara mandiri. Aku pengen berbagi hal tersebut. Bukan hanya untuk menolong orang lain tapi lebih ke menolong ke diriku juga.

Niche yang kupilih adalah perempuan dan depresi. Sebelum memulai podcast, aku mengadakan voting di Facebook juga WA, menanyakan topik yang ingin didengar. Sebagian besar ingin tahu lebih banyak tentang perempuan dan depresi. Dan aku lanjutkan juga ke IG.

Mohon dukungannya :bowing_woman:t2:

6 Likes

Assalammualaikum Ibu-ibu semua…
Sebelumnya salam kenal saya Afina

Untuk Mini Challenge kali ini, aku ingin berbagi perjalanan ku dalam mengenal diri lagi…
Setelah resign dari kerja dan jadi IRT, ternyata berasa ada yang hilang dari diri
Dan jadi hilang arah…

Senang sekali saat berada di posisi ini, ketemu dengan kelas Ibu Punya Mimpi mengenai kembali mengenal diri
Rasanya seperti arah yang tadi hilang, muncul pelan-pelan…

Mengikuti workshop dan mini challenge ini juga salah satu upayaku untuk mencoba hal baru,
keluar dari zona nyaman.
Proses mengetahui lagi siapa, apa, sedang apa aku?

Berikut Why dan Niche yang aku pilih :
image

Sekali lagi senang berjumpa dengan ibu-ibu semuaaa…
Terutama untuk Ibu Punya Mimpi

Terima Kasih

3 Likes