Asah Literasi Digital Bisa Bikin Naik Level?

Anyeong Ibupreneur!

Di Jumat malam, biasanya hawa-hawa bentar lagi weekend mulai semilir datang. Di saat begini kalau urusan rumah tinggal tipis-tipis biasanya Ibupreneur ada pada dua pilihan. Antara mau rebahan atau mau zooman :relieved: yegak Bu?. Nah, di Jumat lalu, tanggal 26 November, ada 24 Ibupreneur yang memilih untuk zooman. Disitu Ibupreneur pada nongkrong bareng dalam acara #BincangBuku Ibupreneur yang merupakan program rutin kolaborasi BBBBookclub dan Ibu Punya Mimpi, dengan topik Ibu Naik Level Berkat Literasi Digital.

Selain topik yang bikin kepo, ada yang berbeda dari #BincangBuku kali ini. Karena biasanya dilakukan lewat IG Live, yang ini perdana dilakukan lewat zoom. Mengutip dari pembukaan oleh Bu Daisy a.k.a Bu Mina yang menjelaskan mengenai program #BincangBuku,

“Kami ingin dengan buku Ibu bisa lebih merasa berdaya, penuh, dan punya suara… Kalau (#BincangBuku) dengan IG Live gak terasa nongkrong bareng, makanya kali ini coba dibuat zoom biar lebih berasa kongkow dan bisa diskusi beneran.”

Sesi zoom berlanjut dengan sharing oleh 3 Ibupreneur yang mengulas 3 buku pilihan bulan November 2021. Ada bu Feby yang dengan The Lean Startup-nya memberi insight tentang fenomena viral dalam bisnis dan pentingnya measure respon pasar. Ada bu Ridha yang mengulas tentang buku yang sedang hits di banyak toko, Psychology of Money, yang bikin kita bisa ngintip gimana sosok yang bergelimang harta memperlakukan uang yang mereka miliki. Dan ada bu Lala yang memberi point of view baru dan segar tentang adanya Superfans dan gimana bisnis bisa tumbuh dengan itu.


Ulasan lebih lengkap tentang buku tadi bisa Ibupreneur jumpai di RUMII:

Setelah mengulas 3 buku, kami beranjak ke pemaparan oleh Bu Puty tentang literasi digital dan bagaimana Ibupreneur bisa naik level berkat itu. Pembahasan berjalan dari definisi literasi digital, bagaimana digitalisasi tidak hanya tentang kecanggihan duniawi, hingga sampai pada suatu artikel menarik yang dirilis oleh McKinsey. Artikel tersebut membahas skill apa aja sih yang perlu kita punya untuk bisa sukses di masa depan. Skill-skill itu akan mengantarkan kita memenuhi 3 kriteria yang bisa menguntungkan siapa saja, di sektor manapun dia bergerak. 3 kriteria tersebut adalah:

“Jadi meski hidup di dunia digital penting, tapi kita perlu bisa add value dari apa yang bisa dilakukan automated system,” kata Bu Puty. Karena itu teridentifikasi-lah 56 skill fondasi yang menurut riset diperlukan untuk bisa add value, bisa sukses. Ee tapi, dilihat-lihat ternyata banyak dari skill tersebut bakal bisa Ibupreneur asah dengan kemampuan literasi nih Bu. Yang mana aja? 56 kan banyak ya, tenang, sama Bu Puty udah ditandai dengan kotak kuning & merah di gambar berikut.

Dengan begitu, seiring terasahnya kemampuan literasi, Ibupreneur akan berkesempatan mendapatkan 100Milyar!! (gakding) - berkesempatan untuk naik level di skill-skill hasil semedi McKinsey di atas. Agar Ibupreneur bisa anti badai menghadapi tantangan masa depan, atau istilah di artikelnya future-proof (tsaah~).

Nah, tapi mengasah kemampuan literasinya gimana bu? Kalau kata Bu Puty “kemampuan literasi gak ujug-ujug”, ada prosesnya. Hal tersebut digambarkan dengan tahap-tahap di bawah ini.

Dalam kemampuan literasi, sebelum kita bisa mengkomunikasikan dengan baik dan efektif, perlu dimulai dengan menemukan sumber-sumber informasi. Kemudian dievaluasi apakah relevan atau tidak. Lanjut melakukan proses mencipta dimana kita membangun pemikiran dengan gagasan yang didapat a.k.a connecting-the-dots. Dari situ bisa berujung pada suatu AHA! moment. Barulah sebagian dari hasilnya dikomunikasikan dengan tetap memperhatikan konteks dan relevansi.

Seru banget ya Bu, gak hanya dapet referensi buku baru, kita bisa dapet ilmu dan ngobrol langsung dengan Ibupreneur lain yang kece-kece. Nah, kalau Ibupreneur sendiri gimana? Udah ada rencana mengasah literasi digital? Sharing yuk Bu di kolom komentar :hugs:

3 Likes